BONTANGPOST.ID, Bontang – Polisi masih berupaya mengungkap kasus hilangnya sejumlah siku penyangga pada jembatan kayu ulin sepanjang 36 meter di Jalan Tuna RT 11, Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Penyelidikan masih terkendala minimnya bukti dan saksi yang mengetahui aksi pencurian tersebut. Selain itu, kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi juga sangat terbatas.
Kapolres Bontang melalui Kanit Pidum Satreskrim Polres Bontang, Ipda Markus Sihotang, mengatakan pihaknya terus mengumpulkan informasi guna mengidentifikasi pelaku.
“CCTV juga tidak banyak terpasang, apalagi aksinya dilakukan di bawah jembatan,” ujar Markus saat dihubungi, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, kasus kehilangan kayu di kawasan tersebut tidak hanya menimpa fasilitas umum. Sejumlah warga juga mengaku kehilangan kayu milik mereka dalam beberapa waktu terakhir.
Temuan itu membuat polisi menduga pelaku pencurian siku penyangga jembatan kemungkinan sama dengan pelaku pencurian kayu milik warga. Namun, dugaan tersebut masih dalam tahap pendalaman.
“Kami masih belum tahu apakah dilakukan satu orang atau berkelompok karena minimnya saksi dan bukti,” katanya.
Meski demikian, polisi memastikan penyelidikan tetap berjalan. Keterangan dari warga sekitar terus dikumpulkan untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
“Kami masih berupaya mengungkap kasus ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta aparat kepolisian mengusut tuntas hilangnya sejumlah siku penyangga pada jembatan kayu ulin di Jalan Tuna RT 11, Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Menurut Neni, hilangnya komponen penyangga jembatan tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi membahayakan keselamatan warga yang melintas. Ia menegaskan pelaku harus ditemukan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Harus diusut supaya tidak menjadi kebiasaan. Baut besi dan kayu saja diambil, apalagi ini. Karena mentalnya suka mengambil,” ujarnya, Selasa (2/6/2026). (*)


