bontangpost.id – Pemerintah Provinsi Kaltim resmi membuka pendaftaran Beasiswa Kaltim, Selasa (22/3/2022). Pendaftaran Beasiswa Kaltim akan berlangsung hingga 21 Mei 2022 atau selama 2 bulan ke depan. Hal ini disampaikan Ketua BPBKT (Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas) Iman Hidayat.
“Persyaratan tidak ada yang berbeda, justru hanya di isi-isiannya dipermudah,” ujarnya Iman.
Dirinya menambahkan, pada tahun ini juga disediakan kuota beasiswa khusus bagi anak-anak Kaltim yang kehilangan orangtuanya karena Covid-19. Untuk kuota khusus ini pendaftaran dilakukan secara online di website resmi Beasiswa Kaltim. Namun, dalam website itu ada kolom khusus Covid yang disediakan untuk mengajukan pendaftaran.
“Nanti ada tambahan mereka masuk ke menu Covid, kemudian masukkan apakah menjadi salah satu korban atau tidak, kalau iya ada persyaratan lanjutkan berupa surat keterangan,” terangnya.
Surat keterangan tersebut dapat diperoleh pihak pendaftar melalui Dinas Sosial kabupaten/kota. Nantinya Dinas Sosial setempat akan melakukan konfirmasi kepada pihak rumah sakit yang melakukan perawatan terhadap pasien meninggal dunia.
“Nanti ada surat keterangan dari Dinas Sosial atas dasar keterangan dari rumah sakit. Kalau kami yang langsung ke rumah sakit, keterangan yang dikeluarkan rumah sakit tidak menyebutkan secara spesifik korban Covid tetapi dicantumkan hanya karena gagal napas. Sementara penyebab gagal napas itu bisa Covid atau penyakit paru-paru biasa,” jelasnya.
Sementara itu, dana yang dianggarkan untuk Beasiswa Kaltim pada tahun ini sebesar Rp 156 miliar yang bersumber dari APBD murni Pemprov Kaltim 2022. Dana ini ia sebut masih kemungkinan bertambah di APBD perubahan 2022.
“Anggaran yang kami sediakan secara keseluruhan sebesar Rp 156 miliar di APBD murni 2022, kami belum tahu untuk di APBD perubahan. Kalau tahun lalu Rp 162-166 miliar itu sudah murni dan perubahan. Jadi tahun ini sudah cukup besar digenjot di awal,” tegasnya.
Ditanya soal berapa nilai maksimal dana yang bisa diperoleh penerima beasiswa, Iman menyebut hal ini tak bisa dipastikan. Karena jumlah dana yang diberikan akan menyesuaikan dengan biaya kuliah yang dipatok masing-masing universitas. Dirinya pun berpesan kepada pendaftar untuk lebih teliti dalam melengkapi syarat administrasi. Karena dari pengalaman sebelumnya, 30 persen pendaftar yang gagal menerima beasiswa karena adanya kesalahan kelengkapan administrasi.
“Sehingga tolong dibaca juknisnya secara teliti. Juknisnya kan sudah ada di website,” pungkasnya. (selasar)





