bontangpost.id – UPT Rusunawa selaku pengelola rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Guntung dan Loktuan, mulai melakukan penjaringan calon penghuni. Meski sudah melakukan promosi dan penjaringan sejak sebulan silam, namun beberapa rusunawa ternyata masih sepi peminat.
Seperti yang terjadi di Rusunawa Guntung. Pendaftaran calon penghuni rusunawa dibuka sebulan silam. Beberapa orang hanya bertanya soal syarat dan meminta formulir. Namun hingga Rabu (1/7/2020) tak ada satupun yang mengembalikan.
“Guntung itu kurang peminatnya, mbak,” ujar Kepala UPT Rusunawa, Eli Tarliah kala disambangi bontangpost.id di kantornya, Rabu (1/7/2020) siang.
Dia menaksir, rendahnya minat publik terhadap rusunawa Guntung lantaran posisinya memang cukup jauh dari pusat kota. Sebagai gambaran, dari Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, menuju rusunawa itu berjarak sekitar 12 kilometer. Dalam hitungan global positioning system (GPS), jarak tersebut ditempuh dalam waktu 20 menitan.
“Saya kira memang karena jauh, sih,” bebernya.
Padahal, seluruh sarana dan prasarana (Sapras) di Rusunawa Guntung sudah siap. Calon penghuni tinggal datang saja, tidak perlu menyiapkan apapun.
Menurut Eli, melihat fasilitas dan sewa per kamar, sejatinya Rusunawa Guntung sangat terjangkau. Lantai dasar yang diperuntukkan khusus disabilitas hanya dihargai Rp 400 ribu per bulan. Lantai 1 Rp 400 ribu, lantai 2 Rp 375 ribu, dan lantai 3 ditarik sewa Rp 350 per bulan.
“Terjangkau sekali ini,” katanya.
Di setiap kamar Rusunawa Guntung sudah tersedia satu single bed, satu lemari, serta satu set meja dan kursi. Kemudian, dalam kamar ada satu toilet dan satu kamar mandi.
Sementara untuk dapur berada di luar kamar. Tepatnya di tiap sudut lantai gedung. Keberadaan dapur komunal, karena pada dasarnya desain kamar di Rusunawa Guntung lebih diperuntukkan bagi lajang yang bekerja dekat areal pabrik Pupuk Kaltim. Atau pasangan suami istri yang belum memiliki anak.
Sementara untuk Rusunawa Loktuan, sudah ada 12 calon penghuni yang mengembalikan berkas pendaftaran. Bila memenuhi seluruh persayaratan, mereka dipastikan mendapat jatah kamar di rusunawa 5 lantai itu.
“Tinggal kami verifikasi berkasnya. Kalau oke, ya bisa tinggal,” kata Eli.
Ada 70 kamar tersedia di Rusunawa Loktuan. Bertipe 36, Rusunawa Loktuan memang serupa apartemen. Sebab dalam tiap kamar, tersapat dua kamar tidur, satu toilet dan dapur.
“Kalau Rusunawa Loktuan memang didesain untuk keluarga kecil,” bebernya.
Lantaran tipenya memang berbeda, maka rusunawa Loktuan dihargai lebih mahal dari Guntung. Tapi itupun masih terbilang terjangkau.
Di lantai dasar yang hanya diperuntukkan bagi disabilitas dan orang tua, dihargai Rp 600 ribu per bulan. Lantai 1 ditarik sewa Rp 550 ribu, lantai 2 Rp 500 ribu, lantai 3 Rp 450 ribu, dan lantai 4 Rp 400 ribu.
Sejatinya aliran listrik belum masuk ke Rusunawa Loktuan. Lantaran segala hal terkait rusunawa itu diatur pusat. Namun saat ini UPT Rusunawa tetap melakukan penjaringan. Jadi bila aliran listrik sudah masuk, calon penghuni bisa langsung menempati.
Lebih jauh Eli mengatakan, kedua rusunawa bisa ditempati bila minimal 10 calon penghuni sudah terjaring. Kalau sudah itu, dilakukan peresmian, dan rusunawa bisa dihuni.
“Nanti penghuni akan diundang pas pelantikan,” katanya.
Adapun syarat penghuni rusunawa ialah salinan KTP calon penghuni, salinan surat nikah (Bila ada), salinan Kartu Keluarga (KK), surat keterangan penghasilan dari instansi/perusahaan, surat pernyataan siap potong gaji, dan pas foto 4×6 sebanyak 3 lembar. (*)






