• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pendapatan Per Kapita Tinggi, Ketimpangan Tinggi? 

by BontangPost
17 Februari 2018, 11:36
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO WAJAH: Mudrajad Kuncoro(MUBIN/METRO SAMARINDA)

FOTO WAJAH: Mudrajad Kuncoro(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang terpilih dalam pemilu 2018 memiliki segudang tugas di bidang ekonomi dan sosial. Pasalnya, saat ini kesenjangan ekonomi di Benua Etam terbilang cukup tinggi. Selain itu, terjun bebasnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akibat anjloknya harga batu bara, serta minyak dan gas (migas) menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dicarikan solusinya.

Catatan tersebut disampaikan Guru Besar Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM), Mudrajad Kuncoro. Dia menjelaskan, jika dilihat dari sisi Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, maka Kaltim tergolong salah satu daerah yang pendapatan per kapitanya sangat tinggi.

PDRB per kapita pada 2010 hanya berkisar di angka Rp 125,7 juta. Kemudian pada 2014 meningkat jadi Rp 157,2 juta. Namun akibat menurunnya PDRB Kaltim di 2015, maka PDRB per kapita juga turun menjadi Rp 146,5 juta.

Baca Juga:  Penerbitan Sertifikat Sudah Kewajiban

“Mestinya semakin tinggi pendapatan per kapita, maka ketimpangan itu akan semakin menurun. Tapi di Kaltim, semakin tinggi pendapatan per kapita, ketimpangan semakin meningkat,” kata Mudrajad, Kamis (15/2) lalu.

Ketimpangan tersebut terjadi karena ‘berkah tersembunyi’  atau blessing in disguise dari pertumbuhan ekonomi Kaltim yang negatif. Misalnya 2015 angka pertumbuhan ekonomi Kaltim berada di angka  minus 4,89 persen.

Pada 2016 trennya masih negatif di angka  minus 0,38 persen. Kemudian meningkat di 2017 di angka 3,68 persen. “Pengangguran dan kemiskinan trennya memang menurun,” ungkapnya.

Tercatat penduduk pra sejahtera di Kaltim pada 2012 sebesar 29.229 orang. Kemudian meningkat tajam di angka 54.159 orang.  Jika dibandingkan tingkat kemiskinan nasional, Kaltim memang jauh di bawah angka kemiskinan nasional yang mencapai 10,86 persen pada 2016.

Baca Juga:  Dua Petahana Gugur Tahap Awal 

Sedangkan angka kemiskinan di Kaltim berkisar di 6,11 persen. Kaltim masuk tiga besar daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Kalimantan. Di awali Kalimantan Barat yang mencapai 7,87 persen, Kalimantan Utara sebanyak 6,23 persen, Kalimantan Tengah sebanyak 5,66 persen, dan Kalimantan Selatan di angka 4,85 persen.

Dari sisi pengangguran, pada 2014 lalu Kaltim memiliki pengangguran sebanyak 7,38 persen. Tahun 2015 meningkat di angka 7,5 persen. Kemudian bertambah lagi 2017 di angka 7,95 persen.

“Apalagi jika dilihat Kaltim sebelumnya memiliki APBD di atas Rp  14 triliun, kemudian terjun bebas di bawah Rp 8 triliun. Ini semakin memperberat tugas gubernur terpilih nanti,” ungkapnya.

Karena itu, kata dia, siapa pun yang akan menjadi gubernur kelak harus kreatif, baik dari sisi pendapatan maupun pengalokasian anggaran. Caranya, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mendorong peningkatan pajak kendaraan bermotor.

Baca Juga:  18 Pasis Kunjungi Korem, Diminta Maksimal Serap Ilmu

“Ke depan Kaltim juga harus melihat sumber-sumber keuangan yang lain, misalnya revitalisasi perusahaan daerah (Perusda). Saya sudah masuk dalam tim untuk merancang reformasi Perusda di Kaltim,” bebernya.

Selain itu, ia mengingatkan, peningkatan pembangunan infrastruktur juga sangat diperlukan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya jalan dan jembatan, tetapi juga infrastruktur ekonomi yang bisa menunjang peningkatan pendapatan per kapita dan regional.

“Jika infrastruktur merata, maka perekonomian Kaltim tidak terpusat di sebagian kabupaten atau kota tertentu, tetapi harus merata di seluruh wilayah Kaltim. Misalnya Mahakam Ulu yang masih tinggi kemiskinannya, gubernur berikutnya harus punya grand strategy mendorong percepatan pengentasan kemiskinan di sana,” tandasnya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: ekonomikaltimMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Banjir Karang Mumus Masih Jadi Momok

Next Post

Selang Rp 500 Juta di Pembuluh Saya

Related Posts

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta
Kaltim

Kemnaker Rilis Biaya Hidup Layak di 38 Provinsi, Kaltim Rp5,7 Juta

24 Desember 2025, 12:08
Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar
Kaltim

Kaltim Masuk 10 Besar Provinsi Paling Korup, Nilai Suap Capai Rp16,36 Miliar

11 Oktober 2025, 08:00
KFC Indonesia Merugi Rp557 Miliar, Tutup 47 Gerai dan 2.274 Orang Kena PHK Massal
Bontang

KFC Indonesia Merugi Rp557 Miliar, Tutup 47 Gerai dan 2.274 Orang Kena PHK Massal

11 November 2024, 11:01
Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU
Bontang

Penduduk Kaltim Tembus Rp 4,05 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tertinggi di PPU

13 Maret 2024, 10:00
Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi
Bontang

Gubernur Isran Sebut Kaltim Kaya Tapi Penduduk Miskin Masih Tinggi

1 Agustus 2023, 20:51
Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB
Kaltim

Wali Kota Basri Masuk Bursa Calon Gubernur Kaltim dari PKB

17 September 2022, 19:00

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ironi Pajak Walet Bontang: Bangunan Ratusan, Setoran Nol

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.