bontangpost.id – Berbagai gelaran ritual pesta adat Kutai turut tersaji dalam perayaan Erau Pelas Benua Guntung yang diselenggarakan pada Selasa (15/11/2022).
Di tengah rintikan hujan, pesta adat tahunan itu berlangsung meriah lantaran tetap menyuguhkan rangkaian kegiatan yang bersifat ritual, kebudayaan, hingga tarian kolosal kepada masyarakat. Tidak sedikit warga sekitar memadati perayaan tersebut.
Dipusatkan di panggung adat Kutai Kelurahan Guntung. Pesta rakyat yang sudah digelar sejak belasan tahun itu dibuka oleh Wali Kota Bontang Basri Rase. Menurutnya budaya ini harus dilestarikan, karena dinilai mampu menarik wisatawan.
“Sejalan dengan visi misi dikepemimpinan saya untuk memajukan pariwisata Kota Bontang. Kami berkomitmen untuk mengembangkan wisata di sini,” ucapnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Basri bilang tahun depan pihaknya akan memulai pembangunan rumah adat kesultanan beserta miniaturnya dengan melibatkan CSR perusahaan yang ada di Bontang.
“Desember nanti akan kami rapatkan dengan CSR perusahaan untuk menindaklanjuti pengembangan wisata budaya Kutai,” timpalnya.
Usai melakukan prosesi tepung tawar dan beluluh, pendirian rondong ayu yang dilanjutkan dengan penyalaan obor brong menjadi penanda Erau Pelas Benua Guntung telah dimulai.
Ketua Lembaga Adat Kutai Guntung Darmawi mengatakan rondong ayu merupakan kumpulan janur kuning kelapa yang disematkan di sebuah kantong kain berwarna kuning.
Sebelum pelaksanaan ritual dimulai, rondong ayu dalam posisi direbahkan. Kemudian Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin memandu proses pendirian rondong ayu yang diikuti oleh para pejabat.
“Ritual ini sebagai ungkapan rasa syukur dan sebagai simbol pembersihan diri baik dari hal-hal yang tampak maupun tidak tampak,” jelasnya.
Sehari sebelumnya, juga telah dilakukan prosesi Bapelas Besawai yang memiliki makna bersih-bersih kampung. Semua prosesi tersebut bertujuan untuk membersihkan dan memohon perlindungan agar Bontang selalu bersih dan terhindar dari segala musibah.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Wali Kota Bontang Najirah, jajaran Forkopimda, DPRD Bontang, pimpinan perusahaan, Lembaga Adat Kutai Guntung, Lembaga Adat Besar Kutai Timur, dan organisasi masyarakat.
Sebagai informasi, Erau Pelas Benua Guntung akan digelar sejak 14 November hingga 19 November. Dengan menampilkan berbagai perlombaan olahraga tradisional. Seperti belego, sumpit, gasing, dan panahan. (*)





