• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Penduduk IKN Bakal Diatur, Tidak Ada Warga Miskin dan Stunting di Ibu Kota Baru

by Redaksi Bontang Post
2 Juli 2024, 15:36
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Migrasi atau perpindahan penduduk di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan diatur secara ketat.

Dalam konsep pembangunan kependudukan IKN, salah satunya adalah membatasi jumlah penduduk.

Pada tahun 2045, IKN direncanakan memiliki maksimal 2 juta jiwa yang akan “diseleksi” melalui regulasi kependudukan khusus.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menyampaikan kebijakan kependudukan di IKN dalam Seminar Nasional Peningkatan Kualitas Pemaduan dan Sinkronisasi Kebijakan Melalui Blueprint Pembangunan Kependudukan Indonesia 2045 di Semarang, Kamis (27/6).

Konsep pembangunan kependudukan IKN akan dilaksanakan melalui empat strategi utama: tidak ada lagi kelahiran stunting, jumlah penduduk maksimal 2 juta pada 2045, 0 persen kemiskinan pada 2035, dan penduduk berpenghasilan tinggi pada 2045.

Dengan demikian, hanya penduduk berkualitas tinggi yang akan bermukim di IKN. Namun, strategi tersebut memunculkan pertanyaan dari Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Lalu Makhripudin.

Baca Juga:  Regulasi IKN, Optimistis Menguntungkan Rakyat Kaltim

Makhripudin mempertanyakan strategi pembatasan jumlah penduduk hingga 2045 sebanyak 2 juta jiwa, terutama mengingat IKN merupakan daerah inklusif yang tidak membatasi masyarakat untuk masuk ke wilayah ibu kota baru ini.

“Kalau ada orang miskin yang ingin masuk menjadi warga IKN, apakah dia akan dilarang? Atau ada jenis filter tertentu yang akan diterapkan?” tanyanya dalam seminar tersebut.

Dia juga mempertanyakan bagaimana Otorita IKN akan mengawasi kelahiran stunting dan kemiskinan ekstrem agar dapat mencapai target tersebut.

“Orang-orang yang miskin atau kurang sehat mungkin akan melahirkan bayi stunting. Bagaimana IKN akan memfilter hal ini? Seperti apa rencana konkret mereka?” lanjutnya.

Suwito menyampaikan bahwa saat ini jumlah eksisting penduduk di IKN sekitar 200 ribu orang. Meskipun migrasi menjadi penduduk IKN masih mudah saat ini, Otorita IKN mulai melakukan kehati-hatian, seperti membatasi pendirian bangunan liar.

Baca Juga:  5.616 Prajurit TNI Bakal Pindah ke IKN

Hanya 25 persen wilayah yang akan terbangun untuk fasilitas umum dan sosial, termasuk hunian.

Melalui Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK), akan diatur mekanisme migrasi penduduk di IKN dengan baik. Otorita IKN sedang membangun kemandirian masyarakat, dan dengan peningkatan pengetahuan, diharapkan pertumbuhan penduduk alami akan stabil.

Suwito menekankan bahwa kebijakan IKN bebas stunting bukan berarti tidak ada stunting di IKN saat ini. Angka stunting di Kecamatan Sepaku yang masuk dalam delineasi IKN masih relatif tinggi.

Namun, pihaknya bertekad tidak ada lagi kelahiran bayi stunting di masa depan, termasuk dengan mencapai target 0 persen kemiskinan pada 2035 dan penduduk berpenghasilan tinggi pada 2045.

“Saat ini, kami sedang mengembangkan Grand Desain Pembangunan Kependudukan. Alhamdulillah, dalam beberapa kesempatan sudah dibantu oleh BKKBN dan kami sudah menandatangani MoU dengan BKKBN untuk bersama menangani stunting. Harapan kami, mulai sekarang tidak boleh ada lagi kelahiran stunting di wilayah IKN,” paparnya.

Baca Juga:  Tol IKN Mulai Dibangun Juni 2022, Telan Anggaran Rp 27,49 Triliun

Suwito juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Korea Selatan saat berkunjung ke sana. Pertumbuhan penduduk di Korea Selatan relatif minim dengan angka kelahiran yang rendah.

Dia yakin bahwa dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka tingkat penghasilan juga akan relatif tinggi.

“Maka pertumbuhan penduduk akan bisa dibatasi dan distabilkan, dengan target maksimal 2 juta pada 2045 dan seterusnya, kecuali untuk migrasi penduduk yang harus diatur dengan ketat,” jelasnya.

Target nol kemiskinan pada 2035 juga telah diupayakan oleh Otorita IKN melalui berbagai penguatan keterampilan kepada masyarakat agar tidak hanya menjadi penonton di wilayah sendiri.

“Ekonomi di wilayah IKN tumbuh sangat bagus, termasuk bidang pendidikan yang kami genjot bagi masyarakat atau siswa di wilayah IKN,” pungkas Suwito. (*)

Tags: ikn
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Paman di Bontang Kuala yang Nyaris Perkosa Keponakan Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Next Post

Ini Penyebab Atlet Meninggal saat Olahraga yang Mengakibatkan Henti Jantung secara Mendadak

Related Posts

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028
Bontang

Akses Tol dari Bandara Sepinggan ke IKN Ditarget Tuntas 2028

14 Oktober 2026, 13:00
Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal
Kaltim

Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal

6 Juli 2026, 08:00
Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli
Lingkungan

Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli

25 Mei 2026, 15:17
4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam
Kaltim

4.236 Hektare Tambang Ilegal Kepung IKN, Smart Forest City Terancam

14 Mei 2026, 17:00
IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta
Kaltim

IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta

30 Maret 2026, 09:00
Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim
Kaltim

Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim

25 Maret 2026, 12:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.