bontangpost.id – Pengadaan batik untuk siswa SD dan SMP di Bontang tidak memberdayakan penjahit lokal. Melainkan melalui pengadaan E-Katalog nasional dan dimenangkan penyedia asal Malang.
Wakil Wali Kota Bontang Najirah menuturkan, pihaknya telah memberi arahan untuk memberdayakan penjahit lokal.
Hal itu sekaligus menjadi komitmen, agar perekonomian masyarakat dapat ditingkatkan.
“Saya enggak tahu (tidak pakai penjahit lokal). Nanti saya panggil untuk komunikasi lebih lanjut,” tuturnya.
Bila tidak diberdayakannya penjahit lokal dengan alasan keterbatasan anggaran, mestinya ada tawar menawar untuk mencapai kesepakatan harga.
Adapun dengan pemberdayaan masyarakat, menurutnya menjadi satu bentuk keterlibatan dan kerja sama dengan pemerintah.
Jika demikian, pemaksimalan perputaran anggaran di daerah untuk masyarakat pun dapat dilakukan.
“Disayangkan kalau uang berputar justru ke luar daerah,” sebut dia.
Diketahui, Pemkot Bontang mengalokasikan sekitar Rp12 miliar untuk pengadaan batik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang Bambang Cipto Mulyono mengatakan, pengadaan seragam batik menggunakan skema E-Katalog.
Hal itu mempertimbangkan anggaran yang ada. Sebab jika menggunakan penjahit lokal, tidak mencukupi.
“Kami menggunakan E-Katalog nasional. Pemenangnya dari Malang,” katanya. (*)







