SANGATTA- Di Kutai Timur terdapat lahan yang pontesial untuk ditanami padi sawah. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian luasannya mencapai 7.752 Hektare (Ha). Namun kendala yang dihadapi adalah pengolahan lahan yang menyedot dana cukup banyak.
Kepala Seksi Pengelolaan Lahan dan Air Pertanian Dinas Pertanian Kutim Ahmad Witro menjelaskan, dalam pengelolaan lahan sawah baru terbagi tiga kategori, pertama lahan berat, lalu lahan sedang dan terakhir lahan ringan.
“Kalau berat itu dilahannya ada pohon-pohon besar sehingga butuh waktu untuk membersihkannya, Kalau ringan paling lahan yang ditumbuhi rumput –rumput saja,” ungkapnya.
Dia menambahkan, akibat dari tingkat kesulitan dari masing-masing lahan tentu saja biaya yang timbul juga akan menentukan.
“Untuk satu Hektare mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 40 juta,” bebernya.
Untuk diketahui, lahan pontesial di Kutim tersebar di Kecamatan. Terbesar di Kecamatan Bengalon dengan luas area mencapai 2.175 Ha, kemudian disusul Kecamatan Busang dengan hamparan seluar 1.400 ha. Lalu di Sangatta Selatan yang berjumlah 994 Ha. Selanjutnya di Kecamatan Karangan 761 Ha lalu Long Mesangat sebanyak 730 Ha dan beberapa kecamatan lainnya.
Berdasarkan data terakhir 2017 Dinas Pertanian, Luas sawah di Kutim yang meliputi 18 Kecamatan mencapai 7.261 Ha. Paling tinggi di Kecamatan Kaubun berjumlah 1.515 Ha, disusul Kaliorang dengan luasan 1.327 Ha. Kemudian ada di Kombeng dengan jumlah 864 Ha dan Rantau Pulung sebanyak 789 Ha. (hd/*la)







