• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Penyalur PSK Impor Diburu

by BontangPost
14 Januari 2017, 06:50
in Breaking News, Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Layani Hidung Belang, PSK Timur Tengah Dibayar Rp 3 Juta

Bogor ibarat ’surga’ bagi para tenaga kerja asing (TKA). Tak terkecuali mereka yang berkecimpung di bisnis esek-esek. Kemarin (13/1) Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), kembali mengamankan puluhan (pekerja seks komersil) asing di Jakarta dan Bogor.

Jumat 13/1) dini hari, petugas Kantor Imigrasi Kelas I Bogor mendapat informasi adanya gerak-gerik mencurigakan WNA Timur tengah di sebuah vila, RT 01/02, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. Syahdan petugas meluncur ke lokasi sekitar pukul 01.30 WIB. Benar saja, di dua vila terpisah, petugas mendapati empat perempuan asal Maroko, bersama pasangan masing-masing, serta ditemukan sejumlah kondom bekas pakai.

Di vila pertama yakni vila limo, petugas mengamankan Tara (29), imigran asal Maroko yang berprofesi sebagai PSK Timur Tengah alias Magribi. Saat itu, Tara sedang mendapat orderan dari AT, melayani syahwat dengan bayaran Rp3 juta.

“Saat kita ketuk pintu, mereka malah mematikan lampu, kami dobrak pintunya,” kata Kasi Wasdakim pada Kantor Imigrasi Kelas I Bogor, Arief S toto, kepada Radar Bogor.

Baca Juga:  60 Wanita Diduga PSK Diamankan Satpol 

Saat lampu dinyalakan, Tara langsung menutupi wajah. Sedangkan si lelaki hidung belang, AT, bersembunyi di samping lemari. Saat itu, Tara dan AT baru sekali melakukan hubungan badan. Hal itu dilihat dari alat kontrasepsi yang didapati di atas kasur dan lantai. Dari total tiga bungkus, baru satu yang terpakai.

Petugas kemudian meminta Tara menunjukkan dokumen keimigrasian. Namun perempuan mancung bertubuh sintal itu tak mampu menunjukkan apa-apa. Sedangkan AT memiliki kelengkapan surat dan langsung dilepaskan.

Usai menangkap tara, petugas imigrasi menuju lokasi kedua, yakni vila suci dan

vila renad. Dari kedua vila tersebut, kembali imigrasi menangkap tiga Magribi. Di antaranya bernama Khatar, Qobil dan Bilqis. “Semuanya berasal dari Maroko,” kata Toto.

Ketiga vila tersebut hanya satu dari 200 vila sewaan yang kerap dipakai pelancong asal Timur Tengah menginap kala berada di puncak. Kala itu, vila tengah disewa oleh turis berkebangsaan Arab Saudi. “Turis dari Arab Saudi semua, sudah ada semingguan. Emang sering disewain ke orang Arab. Nah, kemarin sempet nanya-nanya cari cewek dimana, ke saya,” tutur Adi Afriansyah (27) warga RT 01/02, desa Tugu Utara.

Baca Juga:  Dinsos Klaim Banyak PSK Insaf 

Empat ‘kupu-kupu malam’ itu langsung dibawa mobil Imigrasi menuju kantor Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI, di Jakarta. Mereka didampingi Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Jawa Barat, Ade Sukma Sinulingga.

“Sesusai SOP dilakukan Imigrasi, hanya karena mereka belum punya dokumen, nanti kita deportasi. Kita sedang dalami,” ujarnya kepada Kepada Radar Bogor, kemarin (13/1).

Berdasarkan pantauan Imigrasi, para magribi ini adalah muka-muka lama. Hasil pemeriksaan sementara, para Magribi berdalih dokumen tertinggal di kontrakan mereka.

Ade menegaskan, Imigrasi tingkat kabupaten/kota harus memperkuat pengawasan dan berkordinasi lintas stake holder. Langkah jitu itu, kata dia, dengan memperkokoh tim pora. “Kita tingkatkan pengawasan dan lebih gencar turun lapangan memperkuat lebih sinergi lagi dengan instansi lain,” tegasnya.

Magribi bukan barang baru di kawasan puncak. Bisnis prostutusi PSK impor ini sudah ada sejak puluhan tahun silam. Hal ini tidak terlepas dari kehadiran turis Arab Saudi dan lokasi penampungan Imigran Timur tengah, menjadi ladang bisnis bagi para magribi.

Baca Juga:  Pemkot Diminta Tegas Realisasikan Janji Penutupan Prakla

“Puncak kan lokasi penampungan imigran. Selain itu menjadi tempat favorit turis asal Arab Saudi,” ujar camat Cisarua, Bayu Ramawanto.

Bisnis prositusi Magribi bahkan kian mengkilat sejak 2012. Namanya terus mencuat menjadi bisnis prostitusi kelas premium di Puncak. Pelanggannya tidak sekadar pria Arab yang tengah berlibur saja. Sejumlah pria lokal berduit pun menjadi pengguna jasa syahwat mereka.

Seiring gencarnya razia oleh petugas Imigrasi, para Magribi kini lebih selektif memilih calon pelanggan pria pribumi. Namun tetap pelanggan prioritas adalah turis Arab Saudi.

Cara pemesanannya pun berubah. Dulu, memesan magribi bisa dilakukan di salon-salon kecantikan yang ada di puncak. Lalu beralih ke restoran Arab. Saat ini, cukup mengunakan aplikasi Whats App. Syaratnya, ada transfer duit panjer alias down payment.(don/all/d)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: pskpsk impor
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Agus Menggebu, Ahok Santai, Anies Tenang

Next Post

Pantang Hitung-hitungan, Rutin Dampingi Klien Gangguan Jiwa

Related Posts

Prostitusi di Bawah Umur, Pihak Kelurahan Merasa Kecolongan
Bontang

Prostitusi di Bawah Umur, Pihak Kelurahan Merasa Kecolongan

12 Agustus 2019, 13:00
Pemkot Diminta Tegas Realisasikan Janji Penutupan Prakla
Bontang

Pemkot Diminta Tegas Realisasikan Janji Penutupan Prakla

10 Juli 2019, 11:02
Dinsos Klaim Banyak PSK Insaf 
Breaking News

Dinsos Klaim Banyak PSK Insaf 

21 Juni 2017, 12:21
60 Wanita Diduga PSK Diamankan Satpol 
Breaking News

60 Wanita Diduga PSK Diamankan Satpol 

29 Maret 2017, 12:35

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.