• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Perampok PT MPI Bawa Senjata Mainan 

by BontangPost
5 Juli 2017, 12:03
in Breaking News
Reading Time: 3 mins read
0
DISITA : Motor Suzuki Satria yang digunakan pelaku perampokan PT MPI Desa Muara Bulan Kecamatan Karangan dalam kondisi hangus setelah sebelumnya dibakar untuk menghilangkan jejak.(Fahrur razi/sangatta Post )

DISITA : Motor Suzuki Satria yang digunakan pelaku perampokan PT MPI Desa Muara Bulan Kecamatan Karangan dalam kondisi hangus setelah sebelumnya dibakar untuk menghilangkan jejak.(Fahrur razi/sangatta Post )

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Mulusnya aksi perampokan PT Multi Pacifik Indonesia di Desa Muara Bulan Kecamatan Karangan, 16 Juni 2017 lalu tak lepas dari matangnya perencanaan yang dilakukan para pelaku. Bahkan, menurut sumber media ini, aksi perampokan itu sudah dilakukan sejak ketiga tersangka, yakni Du, Mus, dan Nur mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bontang.

Sebab, setelah keluar dari tahanan, tersangka Du dan Mus langsung bertemu Nur yang tinggal di Desa Pengadan Kecamatan Karangan. Selain itu, saat beraksi para perampok ini juga membawa senjata api palsu.

“Jadi ketiga tersangka (Du, Mus dan Nur, Red.) itu kenalannya di lapas. Karena terjerat kasus hukum yang berbeda. Setelah bebas, ketiganya langsung berkumpul di rumah Nur. Dan sempat tinggal beberapa lama. Katanya mau cari kerjasn,” jelas sumber media ini yang enggan dipublikasikan namanya.

Dia menerangkan, setelah tinggal beberapa pekan di rumah Nur, tersangka Du dan Mus kemudian di kenalkan dengan tersangka Rus yang bekerja di PT MPI Muara Bulan. Rus pun tercatat sebagai Ketua Koperasi yang terikat dengan PT MPI.

“Karena orang dalam, makanya Du dan Mus yang jadi eksekutor aksi perampokan mudah mengetahui info kapan uang dicairkan. Karena, Nur dan Rus juga tinggal di Karangan, sehingga mereka tahu, seluk beluk kemana harus kabur,” ucapnya.

Baca Juga:  Proses Hukum Tetap Berlanjut

Sementara untuk rekam jejak Mus, lanjut dia, juga sudah tidak asing lagi dalam kasus perampokan. Sebab, pelaku yang baru bebas bersyarat dari Lapas Bontang itu, pernah terlibat aksi perampokan gaji karyawan PT Sinergi Agro Industri Estate (SAIE) sebesar Rp2,1 M pada tahun 2015 lalu.

“Kalau untuk tersangka Nur, dia di penjara karena kasus Lakalantas. Dan bebas duluan dari Du dan Mus,” ujarnya.

Terkait dengan barang bukti yang diamankan, sumber ini mengatakan baru sekitar Rp 300 juta. Uang tersebut merupakan uang yang disimpan dalam karung saat aksi perampokan di PT MPI. Sedangkan sisanya, masih ada dalam tas ransel yang diduga dibawa tersangka Du yang masih dalam pengejaran polisi.

“Jadi uang yang banyak itu yang disimpan dalam ransel. Sedangkan dalam karung ini hanya sisanya saja. Karena saat aksi perampokan tas yang dibawa tidak muat, jadi sisanya dimasukan karung,” katanya.

Sedangkan untuk senjata api yang digunakan pelaku, lanjut dia, hanya dua yang asli. Pertama senpi rakitan laras panjang dan laras pendek. Sedangkan, satu lainnya, hanya mainan namun bentuknya sudah dimodifikasi pelaku sehingga sepintas mirip dengan senpi rakitan.

Seperti diketahui, sehari sebelum aksi perampokan, Jumat (16/6), Kepala TU PT MPI Silalahi mengambil uang untuk penggajian karyawan di Sangatta. Saat itu, dia dikawal dua anggota brimob. Kembali dari Sangatta setelah perjalanan selama enam jam, mereka tiba di Kantor PT MPI. Ketika itu, kedua brimob tersebut langsung kembali ke pos PT Gunta Samba (masih satu grup dengan MPI) di Ampanas, Desa Pengadan. Sementara duit miliaran disimpan di rumah Silalahi.

Baca Juga:  BPN Ogah Ngukur, Takut Tanah TNK 

Keesokan paginya, sekira pukul 07.00 Wita, uang dibawa ke kantor untuk penggajian karyawan. Sekira pukul 11.25 Wita, muncul dua orang lelaki menggunakan sepeda motor.

Mereka langsung berhenti di depan pintu kantor. Wajah keduanya ditutupi masker hitam. Mereka juga mengenakan topi hitam. Di belakang tubuh lelaki misterius itu, menyandang senpi laras panjang. Mereka pun turun dari sepeda motor, lantas masuk ke kantor besar PT MPI.

Satu orang pelaku menuju ke ruangan Koordinator Estate Manager. Sedangkan seorang pelaku lainnya berjaga di depan pintu masuk sambil menodongkan senjata api laras panjang ke arah karyawan.

Di dalam ruang tersebut, ada tiga karyawan yang sedang menghitung uang gaji karyawan. Tiba-tiba pelaku langsung melempar tas ransel warna hitam sambil menodongkan senjata api rakitan laras pendek dengan tangan kirinya. Kemudian mengambil senpi pendek lagi, dan ditodongkannya dengan tangan kanan (kedua senpi ditodongkan) ke kepala salah satu karyawan, yakni Rony.

Baca Juga:  Waspada Kabar Hoaks Saat Hari Pencoblosan 

Perampok itu lantas berkata, “Jangan bergerak! Kalau bergerak nanti saya bunuh! Cepat masukkan uang ke tas”. Merasa terancam, tiga karyawan tersebut memasukkan uang—saat itu uang berada di lantai—ke dalam tas ransel maupun karung beras yang disiapkan pelaku.

Selesai uang dimasukkan ke tas, sekitar 10 menit kemudian, pelaku langsung mengambil tas dan karung tersebut dan meninggalkan ruangan. Pelaku menggunakan sepeda motor lantas melarikan diri ke arah luar kebun.

Saat pelaku melarikan diri, ada seorang karyawan PT MPI lainnya yang melihat, dan coba mengejarnya. Sampai akhirnya, pelaku sempat berpapasan dengan sekuriti, dan langsung mengeluarkan tembakan ke atas satu kali. Mendengar letusan senjata api, sekuriti langsung tiarap. Sementara seorang karyawan lain tetap berupaya mengejarnya.

Sesampainya di dekat menara api, sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian, pelaku meninggalkan motornya. Mereka pun lari ke dalam hutan. Karena saat itu pelaku membawa senpi maka karyawan tidak berani mengejarnya lebih lanjut.

Sementara ini, barang bukti yang sudah diamankan adalah satu sepeda motor Suzuki Satria 125 CC dan satu topi warna hitam. (aj)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: perampokanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

WOW!! Pasca Lebaran Idulfitri, 3.551 Warga ‘Minggat’ dari Kutim 

Next Post

Satu Lagi Perampok PT MPI Masih Diburu 

Related Posts

Heboh Begal di Bukit Kusnodo, Guru SD Kutim Ternyata Dikeroyok 3 Orang
Kriminal

Heboh Begal di Bukit Kusnodo, Guru SD Kutim Ternyata Dikeroyok 3 Orang

9 April 2026, 23:05
Guru SD Kutim Dibegal di Bukit Kusnodo Bontang, Diduga Diserang Lebih dari Tiga Orang
Kriminal

Guru SD Kutim Dibegal di Bukit Kusnodo Bontang, Diduga Diserang Lebih dari Tiga Orang

7 April 2026, 11:07
Bukan Penembakan, Polisi Ungkap Korban di Kantor Pos Sepinggan Balikpapan Alami Enam Luka Bacok
Kriminal

Bukan Penembakan, Polisi Ungkap Korban di Kantor Pos Sepinggan Balikpapan Alami Enam Luka Bacok

13 Desember 2025, 19:02
Pria Paruh Baya Tergeletak Bersimbah Darah di Balikpapan, Ini Kata Kapolresta
Kriminal

Pria Paruh Baya Tergeletak Bersimbah Darah di Balikpapan, Ini Kata Kapolresta

13 Desember 2025, 17:11
Polisi Gulung Komplotan Perampok BRILink Kutim, Kasus Lama di Kaubun Masih Gelap
Kriminal

Polisi Gulung Komplotan Perampok BRILink Kutim, Kasus Lama di Kaubun Masih Gelap

2 Oktober 2025, 14:28
Perampokan Bersenjata Terjadi di Agen BRILink Sangatta Utara, Penjaga Alami Luka
Kaltim

Perampokan Bersenjata Terjadi di Agen BRILink Sangatta Utara, Penjaga Alami Luka

6 September 2025, 10:15

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.