• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

BPN Ogah Ngukur, Takut Tanah TNK 

by BontangPost
2 Mei 2018, 11:03
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
TERKENDALA: Bupati Kutim Ismunandar meninjau lokasi pembangunan Jembatan Sangatta 2.(Dok/SAngatta Post)

TERKENDALA: Bupati Kutim Ismunandar meninjau lokasi pembangunan Jembatan Sangatta 2.(Dok/SAngatta Post)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Rencana pembangunan jembatan Sangatta 2 yang menghubungkan Sangatta Utara ke Sangatta menemui jalan terjal. Pasalnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) ogah mengukur kawasan Sangatta Selatan.

Mereka ragu terkait legalitas tanah tersebut. Apakah sudah masuk enclave atau masih dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).

“Kalau di Sangatta Utara sudah diukur. Tidak ada masalah. Sudah didata. Yang di Sangatta Selatan BPN tidak mau,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutim, Aswandini Eka Tirta.

Memang katanya, kawasan tersebut diakui masuk enclave. Akan tetapi tak cukup dengan kata. BPN membutuhkan bukti.

“BPN tidak mau sama sekali. Karena mau memastikan masuk enclave atau tidak. Mereka minta kepastian. Makanya masi Surati juga TNK. Yang mau dibangun jembatan itu masuk enclave atau tidak,” katanya.

Baca Juga:  Ratusan Algaka Ilegal Dicopot

Kalau pun sudah dienclave, enclavenya ditujukan kepada siapa. Apakah ke masyarakat atau pemerintah. Hal ini pula perlu dipertegas.

” Enclavenya ke Pemda atau ke warga. Kalau ke warga maka harus ganti rugi tanah dan bangunan. Kalau ke Pemda, hanya ganti bangunan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Ismunandar mengaku jika tanah di kawasan pembangunan jembatan sudah masuk dalam enclave.

“Setahu saya sudah (enclave). Jangan sampai yang sedikit itu membatalkan. Suratnya (kepastian) disusuri lagi. Pastikan penegasan batas,” pinta Ismu.

Katanya, semua tak masalah. Hanya permasalahan kecil. Semua dapat diatasi. Pastinya, pembangunan jembatan Sangatta 2 akan segera dibangun.

“Jadi tidak ada masalah. Kami sudah minta untuk mengurus masalah ini. Karena warga sudah minta secepatnya dipancang,” katanya.

Baca Juga:  Tersandung Kasus Narkoba, 5 PNS Dipecat

Timbulnya isu jembatan setelah Camat Sangatta Selatan, Hasdiah kembali mengungkitnya. Katanya, warga meminta secepatnya dibangun jembatan. Pasalnya, jika banjir, warga tak dapat kemana-mana.

“Kami minta percepatan jembatan. Karena kalau banjir, kita tidak bisa kemana-mana. Kita terisolir. Mau ke Sangatta Utara tidak bisa. Karena semua banjir. Mau lewat Kampung Kajang banjir, lewat Patung Burung banjir,” keluhnya. (dy)

Tags: Pembangunan JembatanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

May Day, 10 Pemuda TK2D Ngadu ke DPRD

Next Post

WADUH!!! Tidak Berfungsi, Pasar Dijadikan Gudang 

Related Posts

Telan Biaya Hampir Rp2 Triliun, Tiga Jembatan di Kaltim Masih Bermasalah dan Belum Digunakan
Kaltim

Telan Biaya Hampir Rp2 Triliun, Tiga Jembatan di Kaltim Masih Bermasalah dan Belum Digunakan

12 November 2024, 14:05
Pembangunan Jembatan Dekat Rusunawa Api-Api Habiskan Anggaran Rp4,9 Miliar
Bontang

Pembangunan Jembatan Dekat Rusunawa Api-Api Habiskan Anggaran Rp4,9 Miliar

30 Juli 2024, 17:04
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.