BONTANG – Perbaikan jalan masuk menuju Kantor Lurah Bontang Kuala, Bontang Utara, menjadi salah satu prioritas. Pemkot dan DPRD Bontang telah sepakat untuk menganggarkan di APBD-Perubahan.
Ketua Komisi III Rustam HS menyebut bahwa perbaikan tinggal menunggu pekerjaan. Terlebih perbaikan menyangkut pelayanan kepada masyarakat. “Sudah masuk di APBD Perubahan itu,” katanya.
Jika anggaran yang tersedia, sebutnya, tidak cukup untuk memperbaiki jalan sekira 200 meter itu, akan diusulkan kembali di APBD 2018. “”Kami akan siapkan anggarannya,” terang politikus Golkar itu.
Sementara terkait plafon kantor Lurah Bontang Kuala yang rusak, Rustam mengaku belum mengetahui pasti apakah sekaligus diperbaiki atau tidak. “Nanti kami lihat dulu kondisinya. Siapa tahu masih bisa diminta (bantuan) kontraktornya,” ungkapnya.
Terpisah, anggota Komisi III Agus Suhadi mengaku bahwa dia sudah lama mengusulkan perbaikan jalan tersebut. Termasuk di APBD-P. Namun mepetnya waktu pelaksanaan dirasa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tidak cukup. “Awalnya perbaikan hanya satu jalur,” jelasnya.
Untuk itu, di APBD 2018 penganggaran dimasukkan untuk pengerjaan dua jalur. Hal itu dirasa perlu karena selain sebagai pusat pelayanan, Kelurahan Bontang Kuala juga dikenal daerah percontohan. “Malu banyak tamu yang datang tapi jalannya seperti itu,” tegasnya.
Sebelumnya, sejak pertama kali berkantor di wilayah RT 14 tersebut, setahun lalu, jalan ke Kantor Lurah tak kunjung diperbaiki. Lurah Bontang Kuala Wahyuni menyebut, tidak jarang warga mengeluhkan kondisi itu. Terutama jika habis diguyur hujan.
Dia mengaku bukan tanpa upaya. Pihaknya sudah meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar perbaikan jalan segera diatasi. Bahkan, sudah dilakukan pengukuran. “Katanya sudah dimasukkan (usulan perbaikan), tapi dibintangi (ditunda, Red) karena dananya kurang,” kata dia.
Mantan bendahara Kelurahan Berbas Tengah tersebut mengaku meminta kepada warga Perumahan Griya Wisata agar pasir ataupun batu sisa renovasi rumah agar dibuang di jalan itu. Agar kondisinya tidak semakin parah. “Tapi itu hanya sementara saja,” terangnya. (edw)






