Undang Wali Murid, Sosialisasi Perlindungan Kekerasan pada Anak
BONTANG – SMPN 1 Bontang menggelar kegiatan parenting dengan mengundang seluruh wali murid kelas VII, Sabtu (30/09) lalu. Pertemuan itu membahas mengenai pendidikan keluarga, dengan materi sosialisasi perlindungan kekerasan terhadap anak.
Anik Suwarti, Penanggung jawab kegiatan menjelaskan, SMPN 1 memiliki program penguatan pendidikan karakter. Dibagi menjadi 3, yaitu berbasis kelas, orang tua, dan masyarakat. Untuk kegiatan hari itu melaksanakan penguatan karakter dengan berbasis masyarakat. Oleh sebab itu pihak sekolah mengundang para orang tua murid, untuk ikut dalam kegiatan tersebut. Sementara itu pemateri mengundang perwakilan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).
“Hari ini kami mengundang orang tua murid, karena sebelumnya kegiatan ini juga telah kami laksanakan untuk para murid. Harapannya, dengan kegiatan ini para murid bisa membentengi dirinya dari kekerasan-kekerasan yang ada saat ini, seperti pornografi dan bullying,” jelasnya.
Pemberian pemahaman kepada mereka tentang kekerasan. Sehingga bisa terhindar dan tidak melakukan hal-hal tersebut. Sementara untuk orang tua murid, pihak sekolah mengharapkan agar paham bagaimana menghindarkan anaknya dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
Semoga dengan kegiatan ini akan terjadi sinkronitas ataupun sinergi dari murid, wali murid, dan sekolah untuk mencapai kondisi sekolah ramah anak, yang bisa membangun karakter anak didik menjadi lebih baik lagi.
Pemateri, Dr. Lilik Rukitasari menjelaskan, materi yang diberikannya adalah bagaimana peran orang tua terhadap anak, dalam konteks mempersiapkan anak menjadi generasi yang tangguh. Serta orang tua dan masyarakat harus dapat melindungi anak dari kekerasan, baik dalam bentuk fisik, psikis, ekonomi, maupun penelantaran.
Harus bisa menciptakan generasi yang kuat secara ilmu, moral, mental, dan materi. Oleh sebab itu, orang tua harus tau peran mereka agar generasi tersebut dapat tercapai. Tetapi selain peran mereka sendiri, mereka juga harus tau peran pemerintah, sehingga mereka bisa menuntut kewajiban yang harus dipenuhi pemerintah untuk anak-anak mereka, seperti insfrastruktur dan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada anak.
Selain itu perusahaan yang ada di sekitar harus pula memberikan dukungan kepada anak-anak, dengan kebijakan kondev yang mereka miliki. Media mainstream pun harus diawasi oleh masyarakat, agar program-program yang mereka tampilkan dapat menjadi pendidikan, informasi, sosial budaya, dan hiburan yang sehat bagi anak anak bukan malah menjerumuskan mereka ke jalan yang salah.
“Goal kita bersama adalah mencapai Bontang menjadi kota layak anak. Anak-anak di Bontang dapat tumbuh dengan baik, sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kami bersyukur bahwa pihak SMPN 1 memiliki kebijakan dan kepedulian dengan memberikan pembekalan anak murid dan wali murid, tentang Perlindungan Kekerasan Terhadap Anak,” jelasnya.(*/rdy/adv)






