• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Pergoki Suami Nyabu bawa Anak, Finalis Putri Kecantikan Pilih Menjanda

by Redaksi Bontang Post
6 Oktober 2020, 10:53
in Ragam
Reading Time: 2 mins read
0
JS bersikap tegas dengan memilih bercerai karena sang suami menjadi pecandu sabu-sabu. Kini dia hidup bersama anak semata wayangnya. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JS bersikap tegas dengan memilih bercerai karena sang suami menjadi pecandu sabu-sabu. Kini dia hidup bersama anak semata wayangnya. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

Share on FacebookShare on Twitter

JS menutup pintu maaf untuk suaminya. Janji meninggalkan narkoba hanya manis di bibir. Bercerai menjadi satu-satunya pilihan.

—–

JS mengenal FN sebagai sosok yang baik. Dia menganggap pria yang meminangnya tujuh tahun lalu tersebut cocok menjadi pemimpin hidupnya. Perempuan 33 tahun itu pun menerima pinangan FN dan sepakat hidup bersama dalam ikatan perkawinan yang dicatat di KUA Kecamatan Sukolilo.

Kejanggalan muncul ketika rumah tangga masih seumur jagung. Mantan finalis kontes kecantikan bergengsi di tanah air tersebut melihat ada yang tidak beres dengan tingkah suaminya. Mulai cara berjalan yang aneh sampai gerak-gerik tangan yang sering mengusap hidung. JS curiga suaminya menjadi pecandu narkoba.

Namun, kecurigaan itu dikuburnya. Perempuan yang juga make-up artist tersebut terus berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa suaminya baik-baik saja. ”Kalau orang (pakai, Red) narkoba kan ada something dengan badannya yang nggak bagus,” ujar JS.

JS diam-diam membuka handphone suaminya. Dia menemukan pesan-pesan berkode yang tidak pernah dimengerti sebelumnya. ”Kayak istilah sendok, mekdi, KFC. Pakai kode-kode yang saya tidak tahu sama sekali,” kata JS.

Dia pun berusaha mencari tahu ke teman-teman FN. Dari sana, dia mendengar bahwa suaminya yang berprofesi disc jockey (DJ) kerap berpesta narkoba. ”Ternyata tiap hari dia pakai (sabu-sabu). Saya tegur, ”Kamu pakai narkoba ya?” Dia bingung. Kalau sudah ditegur, dia mulai nggak (nyabu) lagi,” ucapnya.

JS mengancam meminta cerai kalau suaminya masih bermain-main dengan narkoba. Sejak kebiasaan buruk suami terungkap, rumah tangga mereka mulai tidak harmonis. Keduanya kerap cekcok meski penyebabnya sepele. Nafkah yang diberikan FN pun kurang. Tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan JS dan anaknya yang berusia 5 tahun. Bahkan, untuk kebutuhan sehari-hari, FN justru terkesan bergantung kepada JS.

FN sebenarnya bisa saja menafkahi istri dan anaknya seandainya tidak mengonsumsi narkoba. Orang tua FN punya bisnis percetakan. Selain nge-DJ, siangnya FN semestinya bekerja di kantor orang tuanya.

”Dia pamit kerja. Tapi, setelah saya cek, dia tidak pernah ke kantor. Saat malam, dia nge-DJ. Uang DJ juga tidak pernah ke saya,” jelasnya.

Kebiasaan FN mengonsumsi narkoba tetap berlanjut. Dia kerap tidak pulang. JS sangat marah ketika memergoki suami nyabu saat membawa anaknya. Ceritanya, FN membawa keluar bocah laki-laki semata wayangnya. Sampai menjelang sore, suami dan anaknya tidak kunjung pulang.

Dia menghubungi teman-teman FN. Ternyata FN dan anaknya sedang berada di rumah salah seorang temannya. Di sana FN menggunakan sabu-sabu. Padahal, saat itu dia membawa anaknya. ”Itu yang tidak bisa saya terima sampai sekarang,” tegasnya.

JS tidak mampu lagi membendung amarah. Suaminya kembali berjanji untuk kali kesekian bahwa dirinya tidak akan nyabu. Pada akhir 2019, teman dekat FN ditangkap polisi karena nyabu. JS kembali mengingatkan suami. Jika masih nyabu, FN bakal diceraikannya. FN selalu membantah tudingan istrinya. Dia mengaku tidak pernah nyabu karena harganya mahal. FN bahkan mengucapkan janji di depan orang tua JS.

”Kalau selama enam bulan masih mengulangi kesalahan-kesalahannya, dia siap ditendang,” katanya.

Namun, baru tiga bulan setelah mengucap janji, FN ditangkap polisi saat hendak berpesta narkoba pada 5 Maret lalu. JS sudah tidak bisa memberikan ruang maaf untuk suaminya. Dia menggugat cerai di Pengadilan Agama (PA) Surabaya. Saat itu suaminya masih menjalani penyidikan di Mapolda Jatim.

Gugatan cerai JS dikabulkan majelis hakim pada Selasa (15/9). Menurut hakim, JS dan FN tidak bisa hidup rukun lagi sehingga perceraian menjadi jalan terbaik. Hak asuh anak akhirnya diberikan kepada JS. Salinan putusan perkara cerai JS dan FN diterima pada Kamis (17/9). Pada hari yang sama, suaminya divonis tujuh bulan penjara dalam kasus narkoba.

Sementara itu, pengacara FN, Agus Mulyo, menolak saat dimintai konfirmasi mengenai perkara narkoba maupun perceraian. Hanya, dalam pembelaannya yang dibacakan saat sidang, FN beralasan mengonsumsi sabu-sabu karena sedang ada masalah dengan istrinya. (*)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Program Betah Dinilai Tak Efektif

Next Post

Penerapan Jam Malam Bisa Pukul UMKM

Related Posts

Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat
Bontang

Mantan Pimpinan Ponpes Terlapor Dugaan Kekerasan Seksual Diperiksa Polres Bontang

2 November 2026, 16:01
Ketidakjelasan Status Aset Beras Basah Bontang Hambat Penataan, Pemkot Temui Pemprov Kaltim
Bontang

Pemkot Bontang Matangkan PLTS di Dua Pulau, Listrik Ditarget Menyala 24 Jam

2 November 2026, 14:49
Investasi Usaha Pinjaman dan Fashion Bermasalah, Enam Warga Bontang Lapor Polisi
Bontang

Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

2 November 2026, 13:12
CSR Mengalir ke Pulau Jawa, Anggota DPR RI Minta Pemprov Kaltim Peringatkan Perusahaan Tambang
Kaltim

Dugaan Korupsi Pengelolaan Batu Bara, Tiga Direktur Varia Niaga Samarinda Jadi Tersangka

2 November 2026, 11:00
Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026
Bontang

12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

2 November 2026, 09:15
Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Marangkayu, Polisi Sita Belasan Gram Barang Bukti
Kriminal

Pria di Muara Badak Diringkus Polisi, Tujuh Paket Sabu Ditemukan di Rumah

2 November 2026, 08:17

Terpopuler

  • Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026

    12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kaltim Berduka, Meiliana Eks Pj Wali Kota Samarinda dan Pj Sekdaprov Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.