• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Pertamina Didesak Buka Penyebab Hujan Abu di Balikpapan, Warga Mengaku Sesak Napas

by BontangPost
26 Juni 2026, 21:24
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Kondisi salah satu perabotan milik warga di kawasan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, yang terselimuti partikel hujan debu halus berwarna cokelat, Selasa (23/6)

Kondisi salah satu perabotan milik warga di kawasan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, yang terselimuti partikel hujan debu halus berwarna cokelat, Selasa (23/6)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Balikpapan kembali dipaksa menanggung bencana industri ekstraktif, kali ini, warga di sejumlah kawasan kecamatan Balikpaan Tengah dan Timur melaporkan adanya hujan abu yang diduga berasal dari aktivitas operasi kilang minyak Balikpapan, Refinery Development Master Plan (RDMP) yang berlangsung sejak selasa, tanggal 23 Juni 2026.

Partikel abu berwarna putih tersebut menempel di atap rumah, halaman, kendaraan hingga terhirup oleh masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di sekitar kawasan-kawasan yang dilaporkan tersebut.

Kesaksian warga Sumber Rejo, Balikpapan berinisial R, pada 23 juni 2026, pukul 13:30 WITA hingga esoknya, pukul 08:00 WITA, menceritakan bahwa ia merasakan langsung dampak hujan abu yang diduga berasal dari aktivitas kilang minyak.

“Iya saya melihat secara langsung abu itu beterbangan dan menempel di sekeliling rumah sejak siang pada Selasa bahkan sampai Rabu pagi saat saya memulai aktivitas,” tutur R. Padahal jarak rumahnya dengan kilang cukup jauh, sekira 4 kilometer.

Menurut R, kondisi tersebut membuat aktivitasnya selama dua hari menjadi terganggu. Setiap kali keluar rumah, debu beterbangan terbawa angin dan masuk ke dalam rumah melalui celah pintu maupun jendela.

Tidak hanya berdampak pada lingkungan, R mengaku dirinya dan anggota keluarganya mulai merasakan gangguan kesehatan. Tenggorokan terasa kering, gatal, dan perih setelah menghirup udara yang bercampur dengan partikel abu tersebut.

Baca Juga:  Jelang Natal dan Tahun Baru, Bontang Dapat Tambahan 14 Ribu Tabung Gas LPG 3 Kg

Kesaksian R menunjukkan bagaimana aktivitas industri berisiko tinggi dapat menghadirkan beban pencemaran langsung kepada warga. Ruang hidup masyarakat tidak boleh dijadikan zona yang dikorbankan atas nama pembangunan industri.

Peristiwa ini harus diusut secara terbuka, dengan pengujian kualitas udara yang independen serta jaminan pemulihan bagi warga yang merasakan dampak secara langsung.

Selain kesaksian R, juga terdapat kesaksian dari warga berinisal SI, perempuan petani kangkung di Kampung Kangkung, Sumber Rejo ini terkejut saat pulang ke rumah, pada hari kejadian ia dan juga warga lainnya menemukan teras rumah dan kendaraan roda duanya penuh dengan abu berwarna putih. SI tidak tahu dari mana datangnya abu tersebut.

“Kaget, saya kira ada gunung meletus. Tapi kan di Kalimantan ini gak ada gunung. Baca berita baru tahu ada abu dari Pertamina,” ungkap SI.

Tidak hanya tempat tinggal dan sekitarnya, kebun kangkung miliknya juga penuh dengan abu halus berwarna putih. “Sempat sesak nafas juga saya kemarin, ini beberapa hari ya pake masker terus,” keluhnya, sembari menunjukkan masker hitam yang dibawanya.

SI juga khawatir jika hujan abu ini terus menerus terjadi dan berpengaruh terhadap kesehatan manusia dan tanaman kangkung miliknya.

Wilayah yang lebih dekat dengan kilang yakni warga RT 22, Kelurahan Karang Jati, Kecamatan Balikpapan Tengah. Mereka mengeluhkan abu tersebut mencemari pemukiman warga. Keluhan yang dirasakan warga yakni perih pada saluran pernapasan.

Baca Juga:  Diduga Jadi Penyebab Antrean Panjang di SPBU, Polres Tetapkan Tersangka Pengetap

Beban tambahan yang harus diterima oleh warga adalah kerugian waktu dan energi harus terbuang. Warga berulang kali membersihkan rumah, halaman dan pakaian yang sudah terlanjur di jemur.

Sejumlah warung makan juga mengeluh karena abu dari corong asap kilang berterbangan mengotori tempat usaha mereka.

Peristiwa ini bukan sekedar gangguan kenyamanan, hujan abu merupakan alarm serius yang menunjukkan adanya potensi pencemaran lingkungan dan ancaman kesehatan bagi warga.

Partikel-partikel berbahaya yang beterbangan di udara dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan resiko gangguan Kesehatan terutama bagi anak-anak, lansia serta kelompok lainnya. Rangkaian bencana industri yang berulang ini sebelumnya juga melibatkan Pertamina sebagai dalang serupa pencemaran teluk Balikpapan dan menewaskan 5 orang nelayan pada 2018,

Berdasarkan hal tersebut JATAM Kaltim, NUGAL Institute, LBH Samarinda dan Trend Asia mendesak:

  1. Pertamina segera mengungkapkan penyebab utama insiden pencemarann “hujan abu/debu” dari kilang Pertamina pada Tanggal 23-24 Juni 2026 di Balikpapan Kalimantan Timur. Karena hingga saat ini Pertamina belum membuka secara rinci mulai dari;
    1. Kronologi lengkap kejadian insiden dan operasi yang memicunya.
    2. Hasil inspeksi, tindakan awal saat insiden dan pengambilan keputusan sebelum dan saat kejadian.
    3. Mengungkap rekaman closed circuit television (CCTV) dilokasi penanganan kejadian insiden.
    4. Membuka data log book, rekaman setiap tahapan penanganan insiden, protokol saat berkoordinasi dengan pemerintah dan masyarakat sekitar yang terdampak.
    5. Membuka kepada publik hasil uji lab.
  1. Pertamina harus secara transparan mengungkap AMDAL peningkatan produksi kilang, rencana Rencana Kerja dan Pengelolaan Lingkungan hingga tindakan awal penanganan dampak di lokasi insiden
  2. Mendesak Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Kalimantan Timur dan Pemerintah Pusat Untuk Membuka SOP dan Protokol penanganan Insiden dan tindakan awal penanganan insiden milik pemerintah dan langkah apa saja yang sudah ditempuh
  3. Mendesak pembentukan tim independen yang melibatkan masyarakat sipil untuk memastikan penyelidikam yang objektif, partisipatif dan transparan.
Baca Juga:  Revisi Harga BBM Tunggu Kementerian ESDM

Publik berhak tahu faktor utama yang menjadi pemicu, apakah rencana kontijensi Pertamina dijalankan sesuai standar, atau tidak, dalam merespons kejadian ini guna mencegah terus jatuhnya korban jiwa.

JATAM Kaltim, NUGAL Institute, LBH Samarinda dan Trend Asia akan segera melayangkan permohonan informasi publik kepada Pertamina terkait penyebab utama dan kronologis rinci operasi yang memicu insiden ini. Permohonan ini mengikuti mekanisme Pasal 22 UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi. Publik. Kami mendesak dalam jangka waktu selambatnya sepuluh hari kerja, Pertamina harus memberikan informasi yang diminta. (rls)

Tags: Kerusakan Lingkunganpertamina
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jejak Sejarah Bontang Akan Diarsipkan dalam Bentuk Audio-Visual

Next Post

Inovasi GAGAS DPK Bontang Tuai Apresiasi, Dinilai Perkuat Raihan WTP

Related Posts

Jaga Pasokan Listrik dan BBM, APBN Kucurkan Rp 331,4 Triliun ke PLN-Pertamina
Nasional

Jaga Pasokan Listrik dan BBM, APBN Kucurkan Rp 331,4 Triliun ke PLN-Pertamina

19 September 2026, 14:00
9 Perusahaan Kutim Dapat PROPER Merah, Bupati Pilih Irit Bicara
Lingkungan

9 Perusahaan Kutim Dapat PROPER Merah, Bupati Pilih Irit Bicara

27 Mei 2026, 18:05
Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli
Lingkungan

Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli

25 Mei 2026, 15:17
Megawati Soekarnoputri Menangis Usai Nonton Film Pesta Babi, Soroti Hutan Berubah Jadi Sawit
Nasional

Megawati Soekarnoputri Menangis Usai Nonton Film Pesta Babi, Soroti Hutan Berubah Jadi Sawit

25 Mei 2026, 14:58
PT KNI dan JO Dahana-BBRI Dapat Rapor Merah KLH, Ini Klaim Kadis Lingkungan Hidup Bontang
Bontang

PT KNI dan JO Dahana-BBRI Dapat Rapor Merah KLH, Ini Klaim Kadis Lingkungan Hidup Bontang

21 Mei 2026, 14:23
Kementerian LH Beri Rapor Merah ke 65 Perusahaan di Kaltim, Terbanyak Sektor Tambang dan Sawit
Kaltim

Kementerian LH Beri Rapor Merah ke 65 Perusahaan di Kaltim, Terbanyak Sektor Tambang dan Sawit

21 Mei 2026, 12:07

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.