• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Hoaks atau Tidak?

Pesan Menakutkan Produk Rekayasa Genetika

by BontangPost
25 Januari 2018, 11:47
in Hoaks atau Tidak?
Reading Time: 2 mins read
0
hoax

hoax

Share on FacebookShare on Twitter

FORMAT pesannya membingungkan mata. Isinya pun menakut-nakuti orang. Sialnya, yang semacam itu langsung dipercaya dan menyebar dengan cepat lewat grup-grup aplikasi percakapan.

Di aplikasi WhatsApp, pesan berantai itu ”ditaburi” banyak emoticon bendera Amerika Serikat. Isinya informasi tentang bahaya pangan hasil rekayasa genetika atau genetically modified food (GMF).

“Berita Mengerikan. Akhirnya dibuka untuk publik: Amerika Serikat akhirnya secara resmi mengumumkan bahwa Pangan Rekayasa Genetika (GMF: Genetically Modified Foods) adalah sejenis makanan yang sangat beracun. Sebagian besar penyakit Tumor ada kaitannya dengan GMF,” bunyi pesan tersebut.

Menurut si pembuat pesan, kita harus waspada jika berbelanja dan menemukan makanan kemasan dengan kode yang dimulai dengan angka 8. ”Itu artinya makanan yang telah dimodifikasi secara genetika,” tulis si pembuat pesan.

Baca Juga:  Awas Tertipu Kabar Perekrutan CPNS

Menurut pesan tersebut, orang Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Afrika sudah tidak mengonsumsi GMF. Larangan juga sudah diserukan oleh Tiongkok, Expo Dunia, bahkan penyelenggara Asian Games. ”Rusia memang buktikan bahwa GMF dapat membuat hewan punah dalam tiga generasi,” tulisnya. Makanan GMF yang beredar, antara lain, tomat sapi yang berwarna merah, jagung manis, dan ubi jalar yang berwarna ungu.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebenarnya sudah membuat klarifikasi pada April 2017. Namun, karena enggan browsing, banyak netizen yang dengan mudah termakan hoax. Dalam klarifikasi BPOM dijelaskan, beberapa negara sudah mengatur peredaran pangan rekayasa genetika (PRG). Antara lain Amerika Serikat, Tiongkok, Australia, dan Filipina. Begitu pula negara-negara Afrika dan Uni Eropa.

Baca Juga:  Kapal Induk kok Disebut Masjid

Berdasar database Biosafety Clearing-House, terdapat 117 jagung PRG, 33 kedelai PRG, dan 99 kentang PRG yang sudah dinyatakan aman pangan. Sedangkan berdasar database Center for Environmental Risk Assessment, saat ini telah ada 184 jenis PRG yang sudah dinyatakan aman pangan.

Di Indonesia, ada 21 pangan produk rekayasa genetika. Antara lain tebu, jagung, kentang, dan kedelai. Semua itu sudah melalui pengkajian Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (KKH PRG). Majelis Ulama Indonesia juga telah mengeluarkan fatwa yang terkait dengan PRG, yakni Fatwa MUI No 35 Tahun 2013. (gun/c11/fat)

FAKTA

Produk pangan hasil rekayasa genetika yang beredar di masyarakat sudah dinyatakan aman.

Baca Juga:  Hoax Nomor Porsi Haji yang Bikin Resah
Tags: Hoax Atau Tidak
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PWI Siapkan Dewan Kehormatan

Next Post

DPKPP Butuh Tambahan Mobil Tangki Air

Related Posts

Dikira Bukan Istri Sandi
Hoaks atau Tidak?

Dikira Bukan Istri Sandi

19 Oktober 2018, 13:30
Viralnya Tulisan Clickbait Kapolri vs Amien Rais
Hoaks atau Tidak?

Viralnya Tulisan Clickbait Kapolri vs Amien Rais

18 Oktober 2018, 11:49
Heboh Paket Gelap di Jogja
Hoaks atau Tidak?

Heboh Paket Gelap di Jogja

16 Oktober 2018, 11:49
Warga Dihebohkan Informasi Penculikan di Medsos
Breaking News

Warga Dihebohkan Informasi Penculikan di Medsos

13 Oktober 2018, 11:05
Hoax Dihipnosis Pria Baju Lambang Pancasila
Hoaks atau Tidak?

Hoax Dihipnosis Pria Baju Lambang Pancasila

6 Oktober 2018, 11:49
Foto Tol Balikpapan–Samarinda, Bukan Gedebage–Cilacap
Hoaks atau Tidak?

Foto Tol Balikpapan–Samarinda, Bukan Gedebage–Cilacap

3 Oktober 2018, 11:49

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.