BONTANGPOST.ID, Samarinda – Program Petani Milenial yang digagas pemerintah pusat lewat Kementerian Pertanian (Kementan) perlu secepatnya dilokalkan agar dapat dilirik muda-mudi di Kaltim.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura, Siti Farisyah Yana menerangkan, perlu sejumlah persiapan untuk memastikan Petani Milenial yang menawarkan gaji Rp10 perbulan hingga kemudahan akses teknologi pertanian itu dapat diimplementasikan di tanah Etam.
“Perlu regulasi khusus untuk bisa diterapkan di Kaltim,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Selain regulasi yang mengatur pelaksanaan program itu di Kaltim. Ada hal lain yang tak kalah penting, tentunya perlu lebih dulu disiapkan sebelum regulasi disusun.
Seperti lahan, bibit, dan pupuk. Tak luput, manusia-manusia yang mau berkotor tangan mengolah lahan pertanian yang ada.
Sosialisasi yang masif perlu digencarkan agar para pemuda yang menjadi sasaran program tersebut mengerti seperti apa rupa program menjanjikan ini.
Petani Milenial ditambah budaya agraris Indonesia, diyakini Yana, dapat memotivasi generasi muda di Kaltim memilih pertanian sebagai mata pencaharian mereka.
“Proses awal, tentu adanya pengenalan program dahulu untuk memotivasi,” terangnya.
Kaltim tentu ingin bisa melepaskan ketergantungannya pada daerah lain dalam urusan memenuhi kebutuhan pangannya.
Karena itu, program Petani Milenial, menurut dia, bisa menjadi langkah awal menuju ketahanan hingga kemandirian pangan.
“Pertanian juga menjanjikan dalam peningkatan ekonomi. Sehingga tujuan Kaltim mencapai ketahanan pangan bisa terwujud,” katanya mengakhiri. (*)

