Proses pencocokan dan penelitian (coklit) pemilih untuk pilkada serentak masih dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bontang. Tahapan ini akan berakhir pada 24 Juli mendatang.
Namun demikian, temuan dari Bawaslu terkait pemasangan satu stiker padahal terdapat lebih dari satu kepala keluarga sudah direspons oleh KPU.
Komisioner KPU Bontang Divisi Data Ozzie Osbourne Hannaiek mengatakan pihaknya sudah melakukan perbaikan.
“Atas saran perbaikan dari Bawaslu Bontang,” kata Ousborne.
Pada intinya temuan ini karena human error. Terdapat empat rumah yang dipasang hanya satu striker. Padahal jumlah kepala keluarga di masing-masing hunian tersebut lebih dari satu. Keempat rumah tersebut berada RT 36, Tanjung Laut.
“Kami sudah lakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.
Ia berharap kedepannya tidak ada lagi kasus demikian. Semua pantarlih melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang ada. Sebelumnya, Komisioner Bawaslu Syariah mengatakan berdasarkan laporan hasil pengawasan memang ada stiker coklit yang diisi dua kepala keluarga.
Temuan itu terjadi di Kelurahan Tanjung Laut. Nantinya Bawaslu akan mengirimkan saran perbaikan. Melalui Panwascam Bontang Selatan. “Panwascam akan bersurat kepada PPK terkait saran perbaikan,” ucapnya.
Bawaslu Kaltim lewat pengawas kelurahan/desa (PKD) yang tersebar di 10 kabupaten/kota menempuh pengawasan melekat untuk mengawal coklit yang dijalankan panitia pemutakhiran data pemilih (pantarlih).
Hal itu ditempuh agar coklit menghasilkan data valid masyarakat yang berhak menggunakan hak pilihnya. Sepanjang 24 Juni – 5 Juli 2024, Bawaslu mencatat ada enam kejadian khusus yang terjadi di empat kabupaten/kota se-Kaltim.
Enam temuan itu terjadi di empat daerah, yakni Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan Bontang. Bawaslu mengimbau agar KPU Kaltim lewat KPU kabupaten/kota menempuh pencermatan dan akurasi data yang mumpuni dalam penyusunan data pemilih ini. Serta memastikan proses yang berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang ada.
Pihaknya juga meminta agar para peserta pemilu dan masyarakat turut aktif mengawal coklit yang sedang berjalan. (*)







