bontangpost.id – Beberapa nama mulai bermunculan diprediksi memperebutkan kursi Bontang satu dan dua dalam pilkada nanti.
Mulai dari petahana Basri Rase, Najirah, Neni Moerniaeni, hingga Agus Haris. Sementara dari kalangan nonparpol muncul Sigit Alfian yang didukung Ikapakarti Bontang.
Pengamat politik dari Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Budiman, menyebut Pilwali Bontang ini sangat unik. Sebab ada beberapa mitos yang saat ini masih melekat.
“Ini merupakan ajang pembuktian. Apakah bisa melawan mitos atau itu (mitos) masih berlaku,” kata Budiman.
Mitos pertama ialah petahana selalu terjungkal di pilkada Bontang berikutnya. Ia menyebut pasca pimpinan Andi Sofyan Hasdam belum ada kepala daerah yang bisa menembus periode kedua. Tentunya ini menjadi sinyal bagi petahana Basri Rase untuk melakukan pembuktian.
“Dinamika politik di Bontang ini sangat menarik. Selain Pak Sofyan belum ada petahana yang berhasil. Ini bisa menjadi tolak ukur. Incumbent harus waspada,” ucapnya.
Selanjutnya parpol dengan perolehan kursi terbanyak di pemilihan legislatif (pileg) belum tentu menjadi pemenang di pilkada. Dua tahun belakangan ini pasangan yang didukung oleh poros besar justru tumbang. Budiman menyebut permasalahannya ialah kerap kali parpol hanya sebagai batu loncatan. Dalam memuluskan ketentuan untuk bisa bertarung di pilkada.
“Apalagi kalau caleg dan mesin parpolnya tidak berjalan maksimal atau tiarap,” tutur dia.
Pada pilkada 2015 pasangan almarhum Adi Darma dengan Isro Umarghani yang didukung enam parpol justru tumbang. Petahana ini kalah dengan Neni Moerniaeni-Basri Rase.
Saat itu Neni-Basri maju lewat jalur independen. Kala itu Neni-Basri meraup 44.301 suara atau 55,85 persen suara pemilih.
Sementara di pilwali 2020 Neni-Joni bersama delapan partai parlemen justru gagal melawan Basri-Najirah yang hanya maju lewat PKB dan PDI Perjuangan.
Total dari tiga kecamatan, Basri-Najirah mengumpulkan 45.164 suara. Sementara Neni-Joni 40.792 suara. Terpaut 4.372 suara.
Diketahui pada pileg 2024, Golkar menjadi pemenang dengan menyabet tujuh kursi di legislator. Rinciannya masing-masing tiga kursi dari dapil Bontang Utara dan Selatan. Ditambah satu kursi dari dapil Bontang barat. Sementara PKB meraup empat kursi. Capaian ini naik dari jumlah kursi di pileg 2019 yakni tiga. (ak)







