Sebut Bus Sudah Melewati Pemeriksaan Sesuai SOP
BALIKPAPAN – Tragedi kecelakaan bus patas Samarinda Lestari jurusan Bontang-Balikpapan di Kilometer 38 (dari arah Samarinda) pada Jumat (3/3) dini hari lalu, ditanggapi oleh pihak Perusahaan Otobus (PO) Samarinda Lestari. Health, Safety and Environment (HSE) Manager PT Samarinda Lestari Transport, Kaharnoto menilai, insiden tidak sepenuhnya kesalahan sopir.
“Kemungkinan penumpangnya juga (berperan, Red.). Karena biasanya minta cepat, terutama penumpang yang ke bandara supaya tidak ketinggalan penerbangan,” jelasnya dijumpai di ruang kerjanya Jalan Soekarno Hatta Km 2, Balikpapan, Sabtu (4/3).
Demi memberi pelayanan terbaik, bukan tidak mungkin tuntutan cepat sampai para penumpang, dipenuhi oleh sopir. Meski begitu, pihaknya akan menunggu hasil pemeriksaan kepolisian. “Kami punya ketentuan peringatan 1,2 dan 3. Jika kesalahan masih bisa dimaafkan, (cukup) kami beri peringatan, jika tidak kami putus hubungan kerja,” ungkapnya.
Namun ia memastikan, sebelum beroperasi baik sopir dan kendaraan sudah melewati pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP) perusahaan. Di antaranya memastikan sopir dalam keadaan sehat dan kendaraan laik jalan. Pun selama berkendara di jalan, perusahaan menetapkan ketentuan seperti jaga jarak dan sopan berkendara. Sopir pun dilarang keras menggunakan HP saat mengemudi.
“Jadi sebelum bus berangkat maupun tiba selalu diperiksa, karena bisa saja selama perjalanan ada yang rusak, apalagi jarak Balikpapan-Bontang 6 jam. Biasanya rem, persneling, makanya wajib diperiksa. Sedangkan sopir, tentu sudah istirahat yang cukup sebelum bekerja,” jelas pria paruh baya ini.

Terkait peristiwa tersebut, dia meyakinkan sesaat setelah kejadian, seluruh penumpang langsung diantar sampai tujuan yakni Bandara Sepinggan dengan menggunakan armada lainnya. Sedangkan yang mengalami luka-luka, dilarikan ke rumah sakit.
Disinggung isian penumpang bus naas tersebut beserta daftar namanya, ia tidak merinci. Termasuk dengan biaya perawatan yang dikeluarkan bagi penumpang yang terluka.
“Untuk lebih jelasnya silahkan cek di kantor kami yang ada di Bontang, karena bus berangkat dari sana, otomatis semua data di sana. Termasuk yang mengurusi, semuanya kantor Bontang,” tutur pria yang mengaku sejak 12 tahun lalu bekerja di perusahaan tersebut.
Disebutkannya, trayek Balikpapan-Bontang PP didukung tujuh armada masing-masing berkapasitas 43 tempat duduk full AC dilengkapi fasilitas toilet. Dengan jadwal keberangkatan tiga kali setiap harinya, mulai Pukul 06.00 Wita, 14.00 Wita dan 18.00 Wita dari Balikpapan. Sedangkan dari Bontang setiap pukul 06.00 Wita, 19.00 Wita dan 22.00 Wita. Tingkat isian penumpang dari Bontang diyakininya cukup gemilang. Utamanya saat akhir pekan. “Karena di sana banyak pekerja yang ingin menghabiskan akhir pekan di luar kota,” ucapnya.
Agar peristiwa tersebut tidak mempengaruhi gelombang animo pengguna jasa, lanjutnya, seluruh pihak yang terlibat diwajibkan meningkatkan unsur kehati-hatian dan aspek keselamatan. “Dampak dari kejadian ini terhadap jumlah penumpang saya tidak tahu persis tapi seluruh pekerja langsung kami ingatkan agar lebih hati-hati,” pungkasnya. (dra/kpg/zul)






