bontangpost.id – Kecelakaan yang menewaskan satu orang pengendara mobil di Jalan S Parman, dekat Pasar Telihan masih terus didalami.
Sebab kecelakaan maut tersebut melibatkan anak di bawah umur. Usut punya usut, ternyata mobil pikap yang mengalami kecelakaan tersebut membawa tujuh orang lainnya.
Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Lantas Polres Bontang AKP M. Dahlan Djauhari mengatakan kecelakaan tersebut diduga karena mobil lepas kendali.
“Iya, diduga out of control. Ternyata mengangkut orang juga di belakangnya,” katanya, Minggu (9/7/2023).
Diungkapkannya, beberapa saksi akan dipanggil. Mulai dari pemilik mobil, sampai orangtua para korban.
Baca juga; Kecelakaan di KM 6, Pengendara Mobil Diduga di Bawah Umur Meninggal
“Saat ini beberapa orang sudah kami periksa dan mintai keterangan. Tapi ada juga yang belum. Karena kan masih ada yang menjalani perawatan di rumah sakit,” ungkapnya.
Ia menuturkan, kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur tengah marak terjadi. Tak hanya di Kota Bontang, tetapi di daerah lain juga. Untuk itu ia menegaskan agar semua pihak memberi perhatian terhadap hal ini.
“Ini tanggung jawab bersama. Orangtua, masyarakat, pemerintah, semuanya punya andil. Utamanya soal edukasi,” sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan mobil terjadi Jumat (7/7/2023) dini hari lalu, sekira pukul 01.30. Diduga mobil melaju dari arah Dana Pensiun. Karena ingin menghindari pemotor, pengendara mobil menabrak pohon yang berada di sisi jalan.
Alhasil penumpang mobil terlempar keluar dan mengalami luka-luka. Sementara sopir mobil berinisial MF (13) meninggal dunia usai dibawa ke rumah sakit. (*)







