bontangpost.id – Polres Bontang melakukan pengamanan di seluruh SPBU, mulai Sabtu (3/9/2022).
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi antrean dan menjaga suasana kondusif setelah pemerintah secara resmi mengumumkan kenaikan harga BBM.
Dikatakan Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya, pihaknya mengamankan 10 SPBU yang berada di bawah wilayah hukum Polres Bontang. Dengan menurunkan 58 personel. Baik dari Polres Bontang, Polsek Marangkayu dan Polsek Muara Badak.

“Setiap SPBU dijaga 4-6 personel, tergantung kerawanannya. Jadi ketika ada pasokan BBM yang masuk sampai pendistribusiannya dijaga petugas,” ungkap Kapolres kepada redaksi bontangpost.id.
Pengamanan ini rencananya bakal dilakukan hingga tiga hari ke depan. “Sambil kita lihat perkembangan, mudah-mudahan selalu kondusif,” ujarnya.
Pengetap BBM subsidi turut menjadi atensi. Menurutnya, jika ditemukan penimbunan BBM, maka pihaknya akan menindak tegas sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
“Itu memang target kami juga, jadi jangan sampai memanfaatkan situasi, pengetap-pengetap itu kami pantau,” tegasnya.
Selain itu, patroli untuk memantau antrean di setiap SPBU juga tetap rutin dilaksanakan.
Sebelumnya, Pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi meliputi pertalite, solar, dan pertamax yang mulai berlaku pada Sabtu (3/9) pukul 14.30 WIB.
Harga pertalite berubah menjadi Rp 10.000 dari sebelumnya Rp 7.650. Sementara untuk Solar menjadi Rp 6.800 dari sebelumnya Rp 5.150. Sedangkan Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. (*)




