• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Prahara Partai Demokrat, Dari Moeldoko Jadi Ketum Sampai SBY Menyesal

by BontangPost
6 Maret 2021, 11:55
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat lewat KLB. (Raka Denny/ Jawa Pos)

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat lewat KLB. (Raka Denny/ Jawa Pos)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Partai Demokrat menghadapi dualisme kepengurusan. Karena Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat lewat Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Penetapan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat terjadi pada Jumat (6/3/2021) kemarin. Dalam kongres ini peserta KLB yang hadir mengusulkan nama Moeldoko dan Marzuki Alie sebagai calon ketua umum Parta Demokrat. Berdasarkan hasil voting, Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2026.

“Memutuskan menetapkan calon ketua tersebut atas voting maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat 2021-2026,” ujar pimpinan rapat Jhoni Allen Marbun di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3).

“Setuju,” jawab peserta KLB.

Dengan Moeldoko ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, maka otomatis Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) demisioner. “Memutuskan Dewan Pimpinan Pusat 2020-2021 yang diketuai AHY dinyatakan demisioner,” katanya.

AHY Minta Tolong Jokowi

Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Mendengar Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dengan cara ilegal tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres V AHY mengatakan KLB tersebut ilegal.

Baca Juga:  DPC Partai Demokrat Bontang Gelar Rapat Konsolidasi

AHY meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly untuk tidak memberikan pengesahan terhadap hasil KLB ilegal tersebut.

“Saya minta dengan hormat kepada Bapak Presiden Joko Widodo khususnya Menkumham untuk tidak memberikan pengesahan dan legitimasi kepada KLB ilegal yang jelas-jelas melawan hukum,” ujar AHY.

AHY juga meminta negara di Indonesia seharusnya menjunjung tinggi independensi dan kedaulatan partai. Sehingga seharusnya negara tidak membiarkan ulah Moeldoko selaku pejabat negara yang bermanuver internal Partai Demokrat.

“Saya meminta negara dan aparatur pemerintah untuk tidak melakukan pembiaran atas kegiatan ilegal KSP Moeldoko untuk memecah belah Partai Demokrat,” katanya.

AHY mengungkapkan bahwa kader yang hadir di KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara tersebut dipaksa. Bahkan para kader tersebut juga menerima imbalan oleh sponsor.

Baca Juga:  Demokrat Bontang Klaim Solid

“Banyak dari mereka hadir atas dasar paksaan ancaman dan juga imbalan berupa uang, posisi dan kedudukan,” ujar AHY.

Oleh sebab itu, AHY menegaskan Partai Demokrat yang sah dipastikan melawan dengan hasil dari KLB yang memutuskan KSP Moeldoko sebagai ketua umum abal-abal.

“Saya tidak bisa terima dengan akal sehat. Tetapi ini sudah terjadi dan kami yakinkan bahwa itu semua akan kami hadapi. Kami lawan, karena kami punya hak dan kewajiban menjaga kedaulatan Partai Demokrat,” katanya.

AHY menyebut KLB tersebut tidak sah. Sebab Partai Demokrat yang ia pimpin ini sudah berdasarkan pengesahkan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“KLB ini jelas tidak sah. Ada yang mengatakan bodong, ada yang mengatakan abal-abal. Yang jelas terminologinya ilegal,” tegasnya.

AHY mengaku bahwa para pengurs DPD dan DPC sebagai pemilik suara sah, tidak ikut serta dalam KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara. Hal itu ia buktikan melalui surat kesetiaan dari para pengurus yang juga menolak keberadaan KLB.

Baca Juga:  “Ada Persekongkolan Jahat Terhadap SBY” 

SBY Menyesal

Sementara, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa bersalah lantaran dirinya pernah memberikan jabatan Panglima TNI terhadap Moeloko.

“Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya, (Moeldoko-Red)” ujar SBY.

Bahkan Presiden Indonesia ke-6 ini meminta ampunan kepada Tuhan YME atas kesalahan yang ia perbuat dulu dengan menjadikan Moeldoko sebagai Panglima TNI.

“Saya mohon ampun kehadiran Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesalahan saya itu,” katanya.

SBY mengatakan sebagai mantan prajurit militer Moeldoko telah membuat malu. Karena yang dilakukan Moeldoko tidak mencerminkan sikap kesatria mengambil alih Partai Demokrat dengan cara ilegal. “Sebuah perebutan kepemimpinan tidak terpuji, dan jauh dari sikap kesatria dan nilai moral,” tegasnya. (jawapos)

Tags: demokrat
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Mantan Ketua Pansus Banjir Dorong Korban Gugat Pemkot Bontang

Next Post

Shutdown WTP Kanaan, Distribusi Air ke 4 Ribu Sambungan Mati

Related Posts

Basri Rase Berlabuh ke Demokrat, Siapkan Mesin Politik Menuju 2029
Bontang

Basri Rase Berlabuh ke Demokrat, Siapkan Mesin Politik Menuju 2029

13 April 2026, 14:31
Tak Lagi di PKB, Baliho Basri Rase Pakai Jas Demokrat Mulai Muncul
Bontang

Tak Lagi di PKB, Baliho Basri Rase Pakai Jas Demokrat Mulai Muncul

18 Juni 2024, 14:44
Ada Sinyal Demokrat Bontang Gabung Koalisi NasDem-PKS
Bontang

Ada Sinyal Demokrat Bontang Gabung Koalisi NasDem-PKS

17 April 2024, 10:30
Setor 25 Nama Bacaleg, Demokrat Bidik 3 Kursi di Parlemen
Bontang

Setor 25 Nama Bacaleg, Demokrat Bidik 3 Kursi di Parlemen

12 Mei 2023, 12:17
Demokrat Gelar Konsolidasi Nasional untuk Pemenangan Pemilu 2024
Kaltim

Demokrat Gelar Konsolidasi Nasional untuk Pemenangan Pemilu 2024

5 Juni 2022, 09:53
Istri Mantan Wawali Samarinda Beberkan Alasan Berlabuh ke Demokrat
Kaltim

Istri Mantan Wawali Samarinda Beberkan Alasan Berlabuh ke Demokrat

20 Februari 2022, 20:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Medis Tak Catat Persalinan, Polisi Dalami Kabar Jasad Bayi di Bontang Ditukar Bantal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.