BONTANGPOST.ID – Direktur Persiba Balikpapan, Catur Adi, diringkus Bareskrim Mabes Polri. Dia diduga terlibat dalam peredaran narkoba dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Sebagai informasi, Catur tak hanya sosok yang menjabat sebagai direktur Persiba sejak awal musim hingga Beruang Madu naik kasta. Tetapi, ia juga dikenal sebagai salah satu bos usaha lalapan.
Selain itu, dirinya juga pernah menjadi manajer di klub sepak bola Yanma Polda Kaltim, yang berlaga pada Danlanud Cup 2022 silam. Juga, tercatat menjadi manajer Persiba U-17 yang berlaga pada Piala Soeratin U-17 Zona Kaltim.
Tak hanya itu. Dari informasi yang dihimpun, dirinya juga tercatat merupakan mantan anggota Polda Kaltim. Yang pernah bertugas sebagai analis pada Subdit I Ditresnarkoba Polda Kaltim, sebelum memutuskan pensiun dini.
Catur juga turut menjadi saksi dalam kasus penggelapan alat penyadap. Milik Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim di PN Balikpapan pada 3 April 2024 lalu.
Sebelumnya diberitakan, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menangkap Direktur Persiba Balikpapan, Catur Adi. Desas-desus penangkapan Catur merebak 2 hari belakangan. Bahkan, kabarnya Bareskrim tak hanya menangkap Catur. Tapi juga beberapa orang lainnya.
Namun, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigadir Jenderal Mukti Juharsa belum berbicara banyak. “Kalau Catur benar (ditangkap),” singkat Mukti, Minggu subuh (9/3/2025), melansir eksposkaltim.com.
Catur ditangkap bukan hanya terkait narkotika. Tapi, juga perkara pencucian uang (TPPU). “Iya, kedua-duanya,” kata Kapolres Berau medio 2012 ini. (*)







