bontangpost.id – Agus Haris digadang-gadang menjadi nama yang diusung oleh Partai Gerindra dalam pilwali kali ini. Program pun sudah disusun sejak pasca pileg.
Menurutnya ada program yang bisa direalisasikan dalam tahun pertama secara langsung ketika dirinya terpilih nantinya.
“Itu bernama Program Operasional, Pembangunan, Pemberdayaan Masyarakat, Rukun Tetangga (POPPMART),” kata politikus yang akrab disapa AH ini.
Nantinya tiap RT akan diberikan bantuan senilai Rp100-300 juta. AH memastikan sub program pertama yang masuk Poppmart ialah kenaikan insentif ketua RT. Besarannya dijanjikan bertambah Rp500 ribu. Selain itu, pengurus dasawisma juga mendapatkan bantuan Rp50 juta per tahun.
Dari kelompok usaha produktif di lingkup RT juga bakal diberikan bantuan Rp50 juta per tahun. Ini bisa menyasar penjual kue, penjahit, dan lain sebagainya.
Kemudian bantuan operasional RT menjadi Rp10 juta per tahun ini. Pos anggaran ini bisa digunakan untuk fotokopi dokumentasi hingga operasional terkait pembelian bahan bakar.
Sub program ini mencakup pengadaan sarpras pendukung di lingkup RT. Mulai dari pengadaan piring, tarup, kursi, hingga perlengkapan lainnya. Menurut AH, nantinya ia akan memberikan keleluasaan kepada pengurus RT untuk menyelesaikan masalah di lingkungan.
“Secara regulasi ini tidak masalah. UU 23 memberikan wewenang kepada daerah. Sehingga kepala daerah jadi payung hukum bagi masyarakatnya. Tidak mungkin membenturkan kepentingan masyarakat terhadap regulasi di atasnya,” tutur dia.
AH pun mempunyai visi ‘Pemimpin Baru, Harapan Baru untuk Bontang Berjaya’. Dalam visi itu dijabarkan enam misinya berupa jaya agama dan pendidikan, jaya pemerintahan, jaya infrastruktur, jaya ekonomi, jaya sosial, serta jaya kesehatannya. Dari misi ini melahirkan 17 program besar.
“Program ini sudah sampai teknis. Jadi nantinya Bapperida tidak sulit dalam menyusun RPJMD. Mulai dari visi, misi, tujuan, sasaran, program, hingga sub program,” terangnya.
Menurutnya Bontang sudah berjalan 25 tahun. Ia menjelaskan pemerintah sebelumnya belum berhasil untuk membangun kota secara tuntas. Dengan visi dan misi yang digagas, AH optimistis mampu mencapainya. Karena program ini sangat sederhana. Apalagi langsung menyentuh aspek kehidupan masyarakat.
“Aspek menata kota sudah dipikirkan. Soal banjir kami sudah petakan dan bisa Bontang bebas dari banjir. Nantinya kami akan membuat wisata air dengan memanfaatkan rob yang masuk dalam kawasan sungai,” sebutnya.
Terkait air bersih juga menjadi perhatian serius. Semula ia menginginkan adanya desalinasi air laut. Tetapi ini tentu membutuhkan anggaran melimpah. Program alternatif yakni bekerja sama dengan Samarinda. Kota tersebut telah merancang untuk deselanisasi.
“Jadi akan tarik pipa dari Samarinda. Perlu kerja sama dengan perusahaan. Karena ini kebutuhan dasar masyarakat,” ungkapnya.
Masalah tingginya angka pengangguran juga menjadi persoalan serius. AH akan menyiapkan anggaran untuk sertifikasi para calon tenaga kerja maupun tenaga yang sudah bekerja. Salah satu langkah ialah mengambil alih peran BLK. Selain itu peneggakan perda perekrutan tenaga kerja dan alih daya juga menjadi fokus AH.
“Dari SDM harus dibekali. Ketika calon tenaga kerja memiliki sertifikasi maka tidak ada alasan perusahaan untuk menolak tenaga kerja lokal,” pungkasnya. (*)







