BONTANG – Kepedulian PT Kaltim Methanol Industri (KMI) terhadap dunia pendidikan di Kota Taman terus ditunjukkan. Salah satunya, dengan menggelar pelatihan bagi guru SD di sekitaran perusahaan selama 2 hari, mulai Selasa (17/4) hingga Rabu (18/4).
Digelar di Hotel Grand Equator, pelatihan bertajuk “Workshop Implementasi Kurikulum 2013 Melalui Pembelajaran Tematik yang Aktif, Kreatif, dan Menyenangkan” tersebut juga turut dihadiri Suhardi Rachman selaku Direktur Produksi beserta jajaran manajemen PT KMI lainnya, serta Sunaryo selaku Kabid Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) yang dalam kesempatan ini juga turut membuka secara resmi pelatihan ini.
Direktur Produksi PT KMI, Suhardi Rachman mengatakan, kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT KMI di bidang pendidikan, dalam mewujudkan pengabdian dan peningkatan kualitas tenaga pendidik kepada masyarakat di sekitar perusahaan. Menggandeng lembaga PKPU Human Initiative, jumlah guru yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 60 orang yang merupakan gabungan dari para guru SD di Guntung, Sidrap, dan Loktuan.
“Lewat kegiatan ini kami berharap, para guru ini nantinya dapat berperan besar untuk memotivasi anak didiknya, agar menjadi generasi yang memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial,” sebutnya.
Sementara itu, dalam sambutannya Kabid SD Disdik Bontang, Sunaryo menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada PT KMI yang telah melaksanakan pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan tersebut akan sangat membantu meningkatkan kompetensi para guru, khususnya di wilayah sekitar perusahaan. Dirinya berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, kemampuan para guru ini dapat meningkat sehingga turut berdampak positif kepada anak didiknya.
“Harapan kami lainnya, pelatihan ini ke depan bisa terus berkelanjutan,” ungkapnya.
Sarti, salah satu peserta pelatihan dari SDN 007 Guntung Bontang Utara menyambut baik adanya pelatihan ini. Pasalnya kata dia, penerapan kurikulum 2013 ini belum sepenuhnya dipahami oleh para guru, apalagi hingga kini masih terus mengalami berbagai revisi. Untuk itu, dia dan para guru lainnya merasa terbantu dengan adanya pelatihan ini.
“Harapannya pengetahuan dan kemampuan kami tentang penerapan kurikulum 2013 ini bisa meningkat, sehingga dapat kami terapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah,” pungkasnya. (bbg/adv)







