bontangpost.id – Pasca merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19, manajemen RS LNG Badak mengambil tindakan. Bentuknya hanya membuka layanan poli spesialis secara terbatas. Ketua Tim Covid-19 RS LNG Badak dr Indah mengatakan, penutupan sementara dilakukan kecuali kondisi darurat (emergency).
“Bukan tutup 100 persen. Tetap melayani hanya secara terbatas,” kata dr Indah.
Jika pasien dalam kondisi tidak darurat, pengambilan obat rutin ditangani di poli umum. Bahkan bisa juga melalui telemedicine dan dilaporkan kepada spesialis bersangkutan.
Namun, jika pasien membutuhkan penanganan segera, maka dokter langsung dipanggilkan segera. Layanan spesialis yang melayani secara terbatas meliputi poli bedah umum, THT, anak, bedah ortopedi, mata, dan penyakit dalam. Belum diketahui, hingga kapan pelayanan dilakukan secara terbatas terhadap enam poli tersebut.
Berdasarkan pembaruan terakhir dari Satgas Covid-19 Bontang, RS LNG Badak merawat empat pasien terkonfirmasi positif. Serta dua orang yang masuk klasifikasi suspek. Dijelaskan dia, ketersediaan tempat tidur ruang isolasi khusus pasien Covid-19 sebanyak 12 bed.
“Artinya ketersediaan bed masih mencukupi,” ucapnya.
Mengenai langkah penanganan pasien Covid-19 telah sesuai arahan JKementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Semua petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai level risiko. Mulai dari APD level 1 hingga 3. Pasien pun wajib dipilah melalui triage yang terletak di bagian depan rumah sakit.
Selanjutnya, pasien terduga Covid-19 dirawat di ruang isolasi khusus. Dilayani oleh dokter dan perawat yang hanya menangani pasien di isolasi Covid-19. Bahkan tenaga kesehatan tersebut diberikan mes khusus dan kebutuhannya. Rinciannya tiga dokter dan empat perawat.
“Jadi tidak bercampur dengan petugas yang melayani pasien umum,” terang dia.
Sementara pasien yang dinyatakan tidak berisiko ke arah Covid-19 bisa dirawat di ruang perawatan biasa. Penunjukkan rumah sakit ini sebagai rujukan pasien Covid-19 keluar sejak pertengahan April lalu.
Sebelumnya, ada instruksi dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI agar seluruh rumah sakit yang berafiliasi dengan perusahaan-perusahaan BUMN mendukung penanganan Covid-19 di daerah. Tak hanya menerima karyawan. RS LNG Badak sudah menerima pasien umum sejak 2011 silam. Pun mulai bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sejak 2018. Terlebih khusus penanganan Covid-19, pihaknya tak akan membeda-bedakan layanan. (*/ak/kpg)







