• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Rencana Sertifikasi Khatib, Tak Mudah Direalisasikan 

by BontangPost
6 Februari 2017, 20:14
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Foto M Adam /Ketua MUI Kutim

Foto M Adam /Ketua MUI Kutim

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak Tentangan Terhadap

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kutim, menilai, usulan yang diajukan Kementerian Agama (Kemenag) Pusat untuk mensertifikasi semua khatib tidak semudah membalik telapak tangan. Pasalnya, tidak semua ulama, ustadz yang menerima usulan tersebut. Terlebih, di Indonesia memiliki berbagai macam organisasi keislaman. Yang tentunya, berbeda pula dalam memahami dan memandang perkara agama. “Tidak mudah,” ujar Ketua MUI Kutim, Muhammad Adam.

Perlu waktu lama untuk menerapkan hal tersebut. Karena dibutuhkan penjelasan  matang dari Kemenang terkait sertifikasi ini. Diperlukan pula pendekatan, dan solusi  tepat, sehingga tidak menimbulkan kontroversi yang berkelanjutan.  Karena perkara ini dianggap rentan dan mudah disalahartikan.

“Jadi perlu waktu lama. Perlu digodok lagi. Kalau saat ini, masih tidak memungkinkan sekali untuk sertifikasi itu,” tegasnya.

Hanya saja, secara pribadi dirinya mengaku mendukung kebijkaan tersebut. Karena dalam pandangannya, usulan tersebut cukup baik diterapkan. Terlebih, pada saat ini, tak sedikit penceramah yang menggiring kepada SARA, adu domba, dan pernyataan yang kontroversial. Sehingga, memang diperlukan khatib yang baik,terukur, dan tentunya bersertifikasi.

“Kita tidak boleh menyampaikan perkara yang mengadu domba, kontroversi. Kita itu wajib berada ditengah-tengah. Tidak kekanan, dan tidak pula ke kiri. Tetapi di tengah-tengah. Karena islam itu rahmatan lil alamin,” katanya.

Apalagi, pemerintah dengan tegas merealisasikan usulan tersebut. Sebagai masyarakat yang taat kepada pemimpin, maka wajib melaksanakan kebijakan itu. Apalagi, tujuan utamanya ialah baik dan dapat diterima oleh akal. “Kalau pemerintah yang lakukan, mau tidak mau kita mau. Karena itu keinginan pemerintah. Tetap, dalam usulan tersebut, pembuatan naskah tersebut, dikawal oleh ulama,” katanya.

Hanya saja, dirinya memberikan catatan bahwa tidak semua perkara agama  dapat diatur oleh pemerintah. Karena jangan sampai, pemerintah dianggap mengatur, mengawasi dan terkesan ikut campur dalam permasalahan ummat. “Intinya, kita berpegang teguh kepada Alquran dan Alhadist. Tidak pula ada larangan jika kita menyampaikan yang hak dan yang bathil. Seperti jangan tergoda, jangan mengikuti aliran sesat seperti halnya Ahmadiyah dan semisalnya,” katanya. (dy)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Anggaran Pemerintah Terbatas, Tahun ini Fokus Gelar Pra Porprov 

Next Post

WADUH!!! Pengangguran di Kutim Capai 6.998 Orang 

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • (1) Madura United vs Borneo FC (1)  Penuhi Target

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.