• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Ritme Tanam Belum Diatur, Harga Hasil Perkebunan Tak Stabil

by BontangPost
11 Juni 2017, 12:26
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Sistem pengaturan ritme tanam belum sepenuhnya berjalan di Kutim. Hal ini menyebabkan harga hasil perkebunan tak stabil.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kutim Hormansyah mengatakan,  karena ritme tanam tak diatur,  hasil panen dari petani pun tak bisa diprediksi.  Akibatnya,  berpengaruh terhadap harga dan kesejahteraan petani.

“Kalau tanam bersamaan,  maka panen juga bersama.  Akhirnya panen melimpah,  otomatis harga turun,” terang Hormansyah,  ditemui di ruang kerjanya,  belum lama ini.

Hasil yang didapat akan berbeda jika diterapkan sistem ritme tanam. Pasalnya, akan diatur waktu tanam masing-masing kelompok tani.  Bukan hanya waktu,  jika memungkinkan juga komoditi yang ditanam.

“Jadi waktu panen beda-beda,  pasokan stabil,  harga juga stabil. Kalau semuanya tanamannya sejenis, kesulitan dipasarkan, ” katanya.

Baca Juga:  Minim Armada, Sampah Berserakan, Kecamatan Bengalon Minta Solusi 

Agar sistem ritme tanam berjalan,  dia mengatakan saat ini tim penyuluh terus memberikan pemahaman ke petani.

“Sistem itu dibangun pelan-pelan. Tim penyuluh terus bergerak untuk sosialisasi, ” ujar Hormansyah.

Selain soal sistem tanam,  salah satu persoalan yang membuat kesejahteraan petani adalah monopoli dari oknum tengkulak.  Pasalnya,  para tengkulak justru mendapat untung jauh lebih besar dari para petani.

“Ada juga oknum tengkulak yang menjual dengan harga tidak proporsional. Maka yang kena imbasnya juga ya masyarakat,” ungkapnya.

Maka dari itu,  DKP sudah membuat pasar tani yang digelar sepekan sekali. Pasar ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada petani menjual langsung hasil panennya.  Di sisi lain,  agar stabilitas harga bisa terjaga.

Baca Juga:  Kenalkan Kearifan Lokal dengan Menampilkan Adat Dayak

“Tujuan kami agar bisa memasarkan hasil pertanian mereka kepada masyarakat tanpa perantara tengkulak. Karena kasihan mereka menjual kepada tengkulak dengan harga murah. Jika di pasar tani, mereka bisa langsung menjualnya dengan harga miring namun tetap menguntungkan. Hanya saja masih terbatas. Tetapi kami tetap tampung asal yang dihasilkan berbeda. Sehingga semua hasil panen tersedia semuanya,” ujarnya. (hd)

Tags: petaniSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Warga Soroti Proyek Taman Median Jalan 

Next Post

Cara Mudah Belajar Bahasa Arab, Pakai Metode Mu’alim, Paham dalam Sepuluh Hari 

Related Posts

Petani Korban Banjir Bontang Diusulkan Dapat Bantuan
Bontang

Petani Korban Banjir Bontang Diusulkan Dapat Bantuan

21 Juni 2022, 11:00
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • (1) Madura United vs Borneo FC (1)  Penuhi Target

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.