BONTANGPOST.ID – Sebelum Pesta Laut digelar setiap Desember, masyarakat Bontang Kuala masih melaksanakan tradisi memberi makan karang. Itu merupakan ritual penting untuk memberi tahu roh penghuni laut bahwa pesta akan berlangsung.
Pesta Laut sendiri telah menjadi salah satu tradisi pesisir tertua di Bontang. Ketua Lembaga Adat Kutai Bontang Kuala, Jafar (59), menjelaskan bahwa prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian tradisi sebelum pesta laut digelar.
Pertama tradisi ini akan dimulai dengan memberi makan karang, dilanjutkan dengan memberi makan darat, lalu ritual bebalai atau pengobatan spiritual.
“Memberi makan karang itu bentuk syukur sekaligus permohonan agar Pesta Laut berjalan lancar. Ini tradisi turun-temurun, harus dijalankan sesuai aturan leluhur,” ujarnya.
Dalam ritual memberi makan darat, warga menyiapkan hingga 40 jenis kue dan makanan, termasuk pemotongan kambing sebagai kurban. Kepala kambing nantinya dilarutkan bersama sesajen sebagai simbol persembahan dan syukuran.
“Dulu nelayan melakukannya di Pulau Beras Basah sembari makan bersama saja. Sejak 1996 Pesta Laut digelar di Kampung Bontang Kuala,” terangnya
Meski begitu, sebagian warga tetap menjaga tradisi lama, termasuk Ence, warga RT 01 Bontang Kuala yang masih rutin melakukan ritual memberi makan karang.
Ia menjelaskan, sesajen yang terdiri dari ketan putih, hitam, merah, kuning, telur, dan ayam ditenggelamkan di titik laut tertentu. Selama prosesi, ia terkadang mengalami kesurupan, dipandu oleh “penghuni laut” agar ritual berjalan sesuai aturan adat.
“Seluruh kegiatan dilakukan atas kesadaran dan biaya pribadi,” ucap Ence.
Selain itu, Ence juga menjalankan bebalai, pengobatan alternatif tradisional secara spiritual. Ritual ini tidak hanya dilakukan saat Pesta Laut, tetapi juga untuk membantu warga yang membutuhkan pertolongan spiritual.
“Saya akan pertahankan tradisi ini jangan sampai tata cara budaya ini hilang dan tidak diketahui generasi mendatang,” pungkasnya. (*)







