BONTANG – Proyek pembangunan Jalan Lingkar Pesisir mendapatkan gelontoran anggaran sekitar Rp 24 miliar. Anggaran itu, hanya untuk pemasangan 95 titik tiang pancangan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang menargetkan bulan April 2017 sudah kegiatan fisik sudah dimulai. Saat ini, Dinas PUPR Bontang sedang menyelesaikan administrasi kegiatan fisik Jalan Lingkar Pesisir.
Kabid Bina Marga, Abd Azis Muslimin menyatakan, pihaknya masih menyelesaikan addendum analisa dampak lingkungan (amdal), rencana pengelolaan lingkungan (RKL), dan rencana pemantauan lingkungan (RPL). Sementara Detail Enginering Design (DED) masih dilakukan revisi. Pasalnya, ada peraturan baru yang menyatakan bahwa untuk pembuatan jalan lingkar, harus mendapatkan persetujuan dari Kementrian Pekerjaan Umum dalam hal ini Dirjen Bina Marga. “DED yang kemarin itu sempat ada perubahan karena masukan dari kementerian, sehingga kami masih fokus menyelesaikan itu,” jelasnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (14/2) kemarin.
Jika revisi DED selesai, maka Azis menyatakan, pihaknya bisa melanjutkan ke proses persetujuan Dirjen Bina Marga. Selanjutnya, dilakukan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan adanya satu segmen yang dianggap baru. “Target kami, proses kelengkapan administrasi ini minggu depan selesai,” ujar Azis.
Dijelaskan dia, untuk Jalan Lingkar Pesisir ini memang ada 3 segmen. Segmen 1 sebagai segmen baru yakni dari Loktuan hingga Tanjung Limau. Segmen ini tidak ada lahan di darat sehingga tidak mengganggu rumah warga. Sementara segmen 2 mulai dari Tanjung Limau hingga Bontang Kuala. Segmen 3 yakni Bontang Kuala hingga Tanjung Laut. “Segmen 1sebagai segmen baru yang akan kami kerjakan dulu karena segmen lainnya masih terkena rumah warga,” ungkapnya.
Segmen 1, dengan panjang 2.100 meter dan lebar 11 meter dari anggaran yang diperkirakan Rp 24 miliar hanya selesai 95 tiang pancang di tahun 2017. Sedangkan, tahun 2018 akan dilanjutkan kembali dengan skema multi years. “Namun dengan catatan Jalan Lingkar Pesisir ini selesai di kepemimpinan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase,” terangnya.
Menurutnya, rencana pembangunan Jalan Lingkar Pesisir merupakan proyek yang ditunggu oleh masyarakat sejak tahun 2011 direncanakan. Jalan Lingkar Pesisir ini dinilai sebagai kebutuhan masyarakat Loktuan untuk akses jalan yang lebih efektif. Karena estimasinya, dengan jalan lingkar ini hanya membutuhkan waktu 10 menit dari Loktuan.
“Sebagai jalur evakuasi juga bagi masyarakat Loktuan, karena jika hanya ada satu akses jalan, ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pasti akan menimbulkan macet di Jalan Cipto Mangunkusumo itu,” pungkasnya.
Terpisah, saat kunjungan kerja dalam rangka reses gabungan DPRD Provinsi Kaltim ke lokasi Jalan Lingkar Pesisir di Tanjung Limau, Ketua Fraksi PPP yang merupakan anggota Komisi III, Gamalis menyatakan setiap masyarakat dari Loktuan pasti akan masuk ke kota.
Walaupun tidak ke kotanya, tetapi harus melalui pusat kota, maka jalan lingkar ini dinilainya sangat prioritas. “Ini penting sekali karena untuk memecah akses jalan ke kota,” ujarnya.
Meskipun proyek lainnya pun dianggap prioritas, seperti bandara Bontang, Pasar Rawa Indah. “Tetapi menurut saya lebih prioritas Jalan Lingkar Pesisir,” tukasnya.(mga)







