BONTANG – Sebanyak Rp 3,8 miliar uang negara atau APBD Bontang yang bisa diselamatkan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D) di APBD Tahun Anggaran 2017. Oleh sebab itu, Pemkot Bontang mengapresiasi kinerja TP4D dengan memberikan penghargaan kepada TP4D Kejaksaan Negeri (Kejari) Bontang.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang yang telah bekerja sama dengan TP4D untuk mengawal kegiatan proyek strategis. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Disdik Bontang, Anwar Sanusi. Dikatakan dia, tahun 2018 ini, pihaknya mengadakan kegiatan dan bekerjasama dengan TP4D. mulai dari jaksa masuk sekolah, dan kegiatan lainnya. “Selama kegiatan di Disdik yang didampingi TP4D, tentu kami selalu mendapatkan bimbingan dari Kasi Intel Kejari Bontang yakni Pak Suhardi dan jajarannya,” ujar Anwar di ruang pertemuan Kejari Bontang, Selasa (9/1) kemarin.
Untuk tahun ini, memang ada kegiatan yang akan dilelang dan pihaknya akan kembali meminta pendampingan dari TP4D. “Sekali lagi mohon arahannya karena tahun 2018 ada pelelangan dan sebaiknya seperti apa,” ungkap dia.
Ketua TP4D, Suhardi yang juga Kasi Intel Kejari Bontang mengatakan sebenarnya pihaknya bisa mendampingi dari beberapa tahapan. Mulai kegiatan dari Disdik Bontang dan Pemkot Bontang pada umumnya. “Ada 8 kegiatan yang kami dampingi di tahun 2017 dengan nilai Rp 24 miliaran. Dan kami bisa menyelamatkan sekira Rp 3,8 miliar atau hampir Rp 4 miliar,” terang dia.
Dari penyelamatan uang negara tersebut, Suhardi mengatakan bahwa uang yang diselamatkan bisa digunakan dan dimanfaatkan kembali oleh Pemkot Bontang untuk kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, Suhardi meminta kepada Pemkot Bontang jika ada kegiatan agar mengajukan pendampingan. Hal tersebut lebih baik dilakukan jika sejak tahapan perencanaan sudah dikawal oleh TP4D. “Nanti buat perencanaan bersama, disesuaikan dengan harga. Dari situ, kami bisa memastikan menyelamatkan uang negara dan bisa digunakan lagi. Tetapi nanti akan kami lakukan sosialisasi ke OPD-OPD,” ungkapnya.
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Disdik Bontang atas kerjasamanya. Di minggu ketiga bulan ini, Suhardi mengaku akan mulai berjalan lagi pendampingannya. “Keberhasilan TP4D bukan semata-mata karena saya, tetapi ada anggota yang bekerja keras dalam pengawalan tersebut, mulai dari Kasi datun, Kasi Pidsus karena mereka yang memberikan laporan, serta Plt Kajari yang selalu memberikan petunjuk dan arahan agar tidak menimbulkan masalah,” bebernya.
Plt Kajari Bontang, Agus Kurniawan mengatakan pihaknya mengapresiasi dalam kurun waktu 2017 Kejari Bontang telah mendampingi kegiatan Disdik Bontang. Harapan kedepan, bukan hanya Disdik Bontang saja tetapi juga diharapkan OPD lainnya melakukan kegiatan dengan pendampingan TP4D. Sehingga proyek-proyek strategis bisa dilaksanakan tanpa melanggar aturan. “Kejari Bontang beberapa waktu lalu dapat peringkat 1 TP4D juga kegiatan lainnya, termasuk soal konsolidasi dengan pemerintah yang dinilai baik,” paparnya.
Kata dia, bukan hanya dari pendampingan fisik saja TP4D bisa mengawal, tetapi penyediaan lahan, gugatan dan tata usaha negara. “Jadi tidak ada indikasi korupsi yang dapat merugikan keuangan daerah. Kami apresiasi mereka yang meminta pengawalan dari TP4D,” pungkasnya. (mga)







