BONTANGPOST. ID, Bontang – Manajemen RSUD Taman Husada Bontang mengharapkan seluruh biaya pengobatan layanan kemoterapi bakal tertanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, alias gratis.
Kini, proses administrasi untuk pengadaan layanan kemoterapi gratis sudah hampir selesai, yakni capai persentase 99,99 persen. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen rumah sakit untuk memberikan akses kesehatan yang lebih terjangkau, khususnya bagi pasien kanker.
“Kami tinggal menunggu konfirmasi dari BPJS Kesehatan mengenai dokumen yang telah kami serahkan,” ujar Humas RSUD Taman Husada, dr Siti Aisyatur Ridha saat dikonfirmasi, Senin (21/10/2024).
Meskipun layanan gratis ini masih dalam proses, dr. Ridha -sapaan akrabnya- menegaskan, RSUD Bontang tetap melayani pasien umum dan karyawan perusahaan yang membutuhkan perawatan kemoterapi.
“Kami terus melayani semua pasien, baik yang menggunakan BPJS maupun asuransi lainnya,” tambahnya.
Kesiapan RSUD untuk menyediakan layanan kemoterapi ini juga ditinjau langsung oleh BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah VIII Balikpapan pada Rabu (25/9) lalu. Dalam kunjungan tersebut, tim BPJS menilai kelayakan fasilitas serta tenaga medis yang akan menangani pasien.
RSUD berharap layanan kemoterapi gratis ini dapat membantu pasien kanker yang memiliki keterbatasan finansial, sehingga mereka bisa mendapatkan perawatan yang diperlukan tanpa harus khawatir soal biaya.
“Keberadaan layanan ini sangat penting untuk meringankan beban pasien kanker dan keluarganya. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan perawatan tanpa rasa khawatir,” jelas dr. Ridha.
Selain fokus pada pengembangan layanan kemoterapi, RSUD Taman Husada juga berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan kompetensi tenaga medisnya demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Kami ingin menjadi rumah sakit yang selalu dapat diandalkan oleh masyarakat dalam menangani berbagai kebutuhan kesehatan,” ungkapnya.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Taman Husada, dr. Niken Titisurianggi, menyebutkan bahwa layanan kemoterapi di rumah sakit tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak 12 Februari 2024. Namun, pihaknya terus mengupayakan kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar layanan ini dapat diakses lebih luas.
“Kami telah serius memenuhi semua syarat dan standar yang diminta oleh BPJS Kesehatan,” ujar dr. Niken.
Ia menambahkan, pihak rumah sakit telah menyerahkan seluruh dokumen yang diperlukan, termasuk video alur pelayanan kemoterapi, sesuai permintaan BPJS Kesehatan. Bahkan dirinya optimis terkait kerjasama tersebut bakal terealisasi. Sebab, semua persyaratan telah terpenuhi dan hanya tinggal menunggu persetujuan resmi untuk memulai layanan kemoterapi gratis.
“Langkah ini menunjukkan komitmen RSUD Taman Husada untuk memberikan layanan kesehatan yang memadai dan terjangkau bagi pasien kanker, serta menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan intensif tanpa beban biaya besar,” tandasnya.







