SAMARINDA – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Rusmadi dikabarkan mundur dalam bursa pancalonan gubernur dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Sebuah sumber terpercaya menyebut, mundurnya Rusmadi dalam persaingan menjadi pemimpin Kaltim ini erat kaitannya dengan majunya politisi PDI Perjuangan Awang Ferdian Hidayat dalam kompetisi yang sama.
Dari informasi yang dihimpun Metro Samarinda, Rusmadi enggan bersinggungan dengan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Hal ini mengingat Awang Ferdian Hidayat bukan lain merupakan putra sang gubernur. Konon Awang Ferdian Hidayat bakal bertarung sebagai calon wakil gubernur (cawagub) mendampingi Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin.
Dikonfirmasi terkait kabar ini, Rusmadi menyatakan enggan berkomentar terlebih dulu. Dalam hal ini, dia tidak membenarkan maupun membantah isu tersebut. “Saya no comment dulu,” kata Rusmadi kepada Metro Samarinda, Sabtu (30/12) kemarin.
Jawaban yang sama diucapkan Rusmadi saat media ini mencoba menanyakan pertimbangan yang akan dilakukan apabila Awang Ferdian resmi diusung PDI Perjuangan dalam pilgub. Dia tampak berpikir sebelum akhirnya mengulang jawaban yang sama. “Untuk itu saya no comment dulu ya,” ulangnya.
Belum adanya pembenaran maupun bantahan ini pun menimbulkan tanda tanya. Hal ini dikarenakan Rusmadi beserta relawannya terbilang masif dalam melakukan sosialisasi pencalonan. Malahan sebelumnya Rusmadi sempat menyatakan keyakinannya bisa ikut bertarung dalam pilgub sebesar 110 persen. Dia pun pernah berujar bakal memberikan kejutan.
“Tunggu sajalah. Yang pasti bakal ada kejutan,” kata Rusmadi kepada awak media beberapa waktu lalu.
Makanya kabar yang menyatakan Rusmadi mundur dari upaya pencalonannya sebagai bakal calon gubernur (cagub) ini membuat masyarakat yang bersimpati pada Rusmadi menjadi terkejut. Kabar ini diragukan kebenarannya bahkan disebut sebagai isu yang sengaja dimunculkan untuk menggagalkan upaya pencalonan Rusmadi.
“Jangan-jangan itu hanya isu yang sengaja dibuat untuk menjatuhkan Rusmadi. Karena Rusmadi merupakan calon yang sangat diperhitungkan untuk bertarung dalam pilgub,” kata Hamdani, tokoh budayawan Kaltim yang mengaku bersimpati pada perjuangan Rusmadi.
Dia meragukan kabar tersebut karena belum ada pernyataan resmi dari Rusmadi. Karena dari berita di media, diketahui Rusmadi masih belum berkomentar menaggapi kabar tersebut. Kalaupun informasi ini benar adanya, Hamdani menyayangkan keputusan Rusmadi untuk mundur. Dia menganggap Rusmadi sebagai sosok yang begitu potensial untuk menjadi cagub.
“Pak Rusmadi itu memenuhi persyaratan. Beliau visioner, memiliki kepribadian yang baik dan kecerdasan yang cukup untuk memimpin Kaltim. Dalam seni budaya, beliau memiliki kepedulian tinggi dalam pengembangan kesenian dan kebudayaan di Kaltim,” urai pria yang mengaku sebagai kakak kelas Rusmadi kala di sekolah menengah ini.
Ditanya soal alasan mundur karena pertimbangan majunya Awang Ferdian Hidayat, Hamdani menyayangkannya. Karena setahu dia, yang meminta Rusmadi untuk maju dalam kontestasi pilgub tak lain dan tak bukan adalah Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak itu sendiri. Hamdani ingat gubernur pernah membuat pernyataan terkait kemungkinan bila Rusmadi dan Ferdian sama-sama maju pilgub.
“Kata gubernur, kalau berpasangan (Rusmadi-Ferdian), silakan saja. Kalau keduanya sama-sama maju tapi tidak berpasangan, ya biarkan mereka sama-sama berkompetisi. Begitu katanya,” jelas Hamdani.
Karenanya, dia kurang sependapat bila majunya Ferdian dijadikan alasan mundur oleh Rusmadi, bila kabar tersebut benar adanya. Sehingga kalaupun memang mundur, pasti ada alasan lain.
Kabar mundurnya Rusmadi dalam persaingan pencalonan pilgub ini tampaknya bakal membuat peta politik Kaltim berubah jelang pilgub. Khususnya terkait siapa nama yang bakal diusung Partai Golkar dalam pilgub.
Pasalnya, belakangan beredar informasi bahwa Rusmadi bakal digandeng partai berlambang beringin tersebut. Yaitu untuk berpasangan dengan kader Partai Golkar, antara mantan Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam atau mantan Bupati Berau Makmur HAPK.
Dari informasi yang didapatkan media ini, Makmur HAPK yang juga Ketua Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kaltim bertandang ke kediaman mantan Wakil Gubernur Kaltim, Farid Wadjdy. Konon setelah muncul kabar mundurnya Rusmadi, Partai Golkar berencana menggandeng Farid bertarung dalam pilgub. (luk)







