bontangpost.id – Jalan Soekarno-Hatta yang menghubungkan kantor pemerintahan di Bontang Lestari menjadi langganan overlay. Saban tahun, ada saja pengerjaan peningkatan jalan tersebut.
Meski begitu, tak membuat jalan yang dilalui pejabat teras Pemkot Bontang maupun legislator itu mulus. Pengamatan awak media ini, dari simpang RSUD Taman Husada hingga Kantor Wali Kota terdapat 38 titik jalan rusak. Baik berlubang, maupun retak. Sementara dari arah sebaliknya, terdapat 22 titik.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang Bina Antasari, tak menampik jalan itu jadi langganan overlay. Mengingat hanya itu yang bisa dilakukan untuk memperbaiki jalan rusak.
Dia menyebut, di beberapa titik memang kontur tanah tidak stabil. Sehingga membuat jalan cepat kembali rusak meski sudah di-overlay.
“Pengaruh air hujan juga. Tapi lama-kelamaan tanahnya akan stabil,” terangnya.
Di samping itu, kendaraan yang melintas juga sering melebihi beban tonase. Tidak sesuai dengan kualitas jalan. “Itu penyebab utama jalan rusak,” ungkapnya.
Hal yang sama juga dikatakan Wakil Ketua II DPRD Bontang Agus Haris. “Bagaimana tidak rusak kalau jalan sering dilalui dump truck. Apalagi kontur tanah jalanan di Bontang Lestari itu tidak rata,” ujarnya.
Dia meminta Pemkot Bontang melalui OPD terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) mesti rutin melakukan pengecekan kendaraan yang kerap melintas. Karena bila kondisi ini dibiarkan, jalanan itu bisa semakin rusak.
Pun ketika diperbaiki, akan rusak lagi. Karena tonase dan beban kendaraan yang jomplang. Legislator Partai Gerindra menjelaskan, ini mesti cepat dilakukan mengingat Jalan Soekarno-Hatta hingga Jalan Moeh Roem adalah akses utama menuju kantor pusat pemerintahan.
“Sangat membahayakan pengguna jalan ini. Saya dapat laporan juga kalau sudah ada yang pernah jatuh,” bebernya. (*)







