bontangpost.id– Kebakaran hebat yang terjadi di kampung atas laut Bontang Kuala, 13 Oktober 2020 lalu tak ubahnya alarm bagi seluruh pihak. Khususnya Pemkot Bontang. Untuk mengambil langkah antisipatif agar musibah serupa tak terulang kembali.
Anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Samad mengatakan, kebakaran lalu memang terjadi di Bontang Kuala. Tapi pemerintah mesti menyadari bila potensi musibah serupa, dengan tingkat kesulitan yang sama, terjadi di beberapa titik di Bontang. Utamanya di kawasan pesisir. Seperti pesisir Berebas Pantai, kampung selambai Loktuan, kampung atas laut Tihi-Tihi, Gusung, dan Selangan. “Pos pemadan harus dibangun di pesisir,” tegas Abdul Samad.
Dia menjelaskan, pentingnya pos pemadam di pesisir karena ditinjau dari aksesibilitas, pesisir tidak bisa dijangkau armada pemadam kebakaran. Petugas harus menggunakan kendaraan roda dua, sembari membawa alat pemadam untuk mengakses lokasi kejadian. Ini membuat mereka kesulitan bergerak. Apalagi untuk permukiman yang terletak di tengah laut, seperti Gusung, Tihi-Tihi, dan Selangan. Pos pemadam dilengkapi alat-alat, seperti selang-selang panjang yang menjangkau rumah warga. Pun alat pemadam di atas air (Floating pump).
“Makanya perlu diantisipasi sejak dini. Pesisir Bontang harus dibangun Pos Pemadam Kebakaran,” ujarnya.
Terkait pemasangan instalasi pemadam kebakaran hidran, kata Samad, dewan telah mengajukan ini kepada pemerintah sejak 2019 silam. Hanya tak sempat terealisasi lantaran pemerintah pusat melakukan rasionalisasi anggaran untuk penanganan Covid-19.
“Kami juga memaklumi soal itu. Tapi kami berharap di 2021 harus bisa ditindaklanjuti,” tegasnya. (*)







