Akibat Banyaknya Temuan Bungkus Obat Batuk
BONTANG – Akibat banyaknya oknum pemuda yang menggunakan obat batuk cair untuk minuman oplosan di wilayah sekitar Kantor Pos Cabang Badak LNG di wilayah Kampung Baru, Satpol PP berencana melakukan patroli ‘siluman’ atau patroli secara diam-diam.
Pasalnya, di wilayah Kantor Pos tersebut, banyak temuan sampah bungkus obat batuk cair bermerek Komix, juga botol-botol alkohol 70 persen.
Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Bontang Sunaryo mengatakan, sejak foto sampah obat batuk menjadi viral di media sosial, pihaknya sudah melakukan pengecekan. Namun memang, pihaknya belum mendapatkan siapa saja pelaku yang membuang sampah tersebut di area Kantor Pos Kampung Baru tersebut. “Kami coba selidiki dulu, karena tak serta merta kami jaga 24 jam. Jika memang ada anak-anak atau kelompok yang mencurigakan, maka akan kami tindak,” jelas Sunaryo saat ditemui di ruangannya, Senin (27/3) kemarin.
Sejauh ini, hasil pengecekan masih belum teridentifikasi siapa pemabuknya dan hanya bekas sampah minuman oplosan saja. Sunaryo juga menyatakan, dengan para pemabuk minuman oplosan atau ngelem ini seperti bermain kucing-kucingan. Padahal, patroli rutin tetap dilakukan. Hanya saja, untuk kali ini, pihaknya akan berencana melakukan patroli diam-diam disela-sela jadwal patroli rutin. “Mungkin patrolinya tidak resmi alias memakai pakaian preman,” ujarnya.
Sebelumnya diakui Sunaryo, pihaknya belum pernah menemukan bekas obat batuk komix sebanyak itu. Meskipun area Kampung Baru menjadi Target Operasi (TO) bagi Satpol PP. “Baru kali ini sampahnya sebanyak itu dan bertebaran di mana-mana,” imbuhnya.
Dalam hal ini, Satpol PP tak bisa melarang para penjual agar tidak menjual obat batuk komix kepada anak-anak. Pasalnya, obat batuk komix, alkohol 70 persen dijual bebas dan termasuk barang legal. Tetapi, pihaknya telah meminta kepada para penjual agar mencurigai jika ada anak-anak yang membelinya dalam jumlah banyak. “Kami hanya bisa mengimbau agar anak-anak jangan mencoba minuman oplosan yang memabukkan karena bisa merusak kesehatan, memang sanksinya belum berat apalagi barang legal, tetapi ini cukup meresahkan masyarakat,” ungkapnya.
Sunaryo juga melakukan upaya pencegahan dengan cara pendekatan kepada para kelompok remaja dengan mensosialisasikan bahaya minuman oplosan.
Ditambahkan Kasi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Bontang, Haeruddin mengatakan di Bontang ini, memang ada beberapa TO anak-anak ngelem dan ngoteng. Oleh karenanya patroli rutin tetap dilakukan. “TO ini berdasarkan kenyataan sering ditemukannya anak ngelem dan ngoteng serta merupakan daerah yang strategis bagi mereka saat melakukan pesta oplosan,” pungkasnya. (mga)







