• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Sekolah Dibuka, Orangtua Masih Waswas

by Fitri Wahyuningsih
25 November 2020, 13:12
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Sampai saat ini sekolah di Bontang masih menerapkan pendidikan jarak jauh

Anak yang sakit masih bisa mengikuti pembelajaran secara daring. (dok)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Pemerintah mengizinkan sekolah dibuka mulai Januari 2020 mendatang. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri. Yakni Diputuskan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri terbaru, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

Ada poin-poin yang harus dipenuhi setiap sekolah apabila ingin menerapkan pengajaran tatap muka. Di antaranya, sanitasi, fasilitas kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, thermo gun, pemetaan satuan pendidikan untuk tahu siapa yang punya komorbid, persetujuan komite sekolah dan orangtua wali.

Kebijakan ini menuai berbagai respons dari orangtua di Bontang. Yang anak-anaknya masih duduk di bangku sekolah. Seperti diutarakan Setia Oktaviani (29).

Dia cukup menyambut baik keputusan ini. Dengan pembukaan sekolah, praktis pekerjaan di rumah sedikit berkurang. Sebab selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) diterapkan 8 bulan terakhir, tugas orangtua, terkhusus ibu, turut bertambah.

Bukan hanya mengurus pekerjaan domestik, mengurus putranya yang masih balita. Pun harus mendampingi putrinya, Qheyrin Mustika Ramadhani (8) yang kini duduk di bangku kelas 2, untuk belajar. “Senang, sih. Tapi ada was-was juga,” ujar Setia.

Baca Juga:  Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Pertimbangkan Zona Padat Sekolah

Kekhawatiran itu, tak lain soal keamanan anak-anak ketika sekolah dibuka. Pandemi belum usai. Vaksin belum ditemukan. Sementara Bontang pun, hingga Minggu (22/11) masih masuk kategori zona merah. Masih jauh dari kata aman, khususnya untuk kelompok rentan anak-anak sekolah.

Lanjutnya, kekhawatiran itu menjadi tatkala menyadari bahwa anak SD tak semudah itu paham soal protokol kesehatan (Prokes). Meski dari rumah orangtua sudah mengingatkan soal disiplin prokes, guru-guru juga, belum tentu mereka jalankan.

“Namanya anak-anak kalau sudah main sama temannya suka lupa. Apalagi sudah hampir setahun gak ketemu teman-temannya pasti pada heboh,” ujarnya.

Dia berharap agar sekolah tatap muka dimulai bila Bontang sudah masuk zona hijau. Namun tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Bila memungkinkan, ada petugas yang khusus mengukur suhu siapapun yg masuk ke lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Orangtua Boleh Menolak Pembelajaran Tatap Muka

“Hanya yang suhunya 37,5 derajat Celcius kebawah yg diperbolehkan masuk,” mintanya.
Dia juga berharap agar semua yang masuk lingkungan sekolah benar-benar disiplin prokes. Memakai masker yang baik, dan sesuai anjuran otoritas kesehatan. Mencuci tangan dahulu, sebelum masuk ke dalam sekolah.

Di ruang kelas pun, dia minta agar proporsi murid dikurangi 50 persen. Seperti di kelas anaknya, ada 30 murid. Maka ketika kelas dibuka, hanya 15 murid yang boleh masuk dalam satu ruangan.

“Semoga pemerintah bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita. Jangan sampai anak sebagai generasi penerus bangsa menjadi korban virus Corona ini,” harapnya.

Sementara, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Bontang Saparuddin mengatakan, pihaknya sudah menerima soal SKB tersebut. Soal izin pemerintah membuka sekolah awal Januari 2020 mendatang.

Ujarnya, untuk prokes, sejatinya Bontang sudah siap. Bahkan sejak dahulu. Namun, karena ada SKB terdahulu Kemendikbud yang melarang sekolah dibuka, kecuali di daerah zona hijau. Maka pembukaan sekolah di Bontang urung dilakukan. Pemerintah pun tak mau ambil risiko, mengingat anak-anak sekolah, khususnya murid SD, adalah kelompok rentan.

Baca Juga:  Delapan SD Tanda Tangan MoU

Opsi kedua memilih beberapa sekolah sebagai percontohan. Tentu penunjukan ini juga dibarengi penerapan prokes yang ketat. Semisal proporsi jumlah murid di kelas hanya 50 persen dari jumlah normal. Tak kalah penting, 3M.
Saparuddin paham benar bila keputusan pemerintah pusat ini menuai pro dan kontra di kalangan wali murid.

Dia meyakinkan, bila semua masih dipertimbangkan Pemkot Bontang. Karena kebijakan pembukaan ini dibolehkan, selama daerah merasa sanggup dengan syarat prokes di sekolah yang ditetapkan Kemenkes. Pun harus ada kesepakatan dengan komite sekolah.

“Boleh tapi tidak diwajibkan. Tergantung daerah masing-masing. Yang jelas harus ada juga persetujuan komite sekolah,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Sekolah dibuka
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Polres Bontang Telah Kantongi Daerah Rawan

Next Post

Komisi III DPRD Bontang Tinjau Titik Banjir Rob di Bontang Kuala

Related Posts

Hadapi Rencana Pembukaan Sekolah, Bakhtiar: Jangan Cuma Guru yang Divaksin
DPRD Bontang

Hadapi Rencana Pembukaan Sekolah, Bakhtiar: Jangan Cuma Guru yang Divaksin

11 Maret 2021, 12:37
Ujian Semester Gunakan Komputer
Bontang

Pusat Target Sekolah Buka Juli, Disdikbud Bergantung Satgas

11 Maret 2021, 11:03
3 Menteri Buat Aturan Seragam dan Atribut Sekolah, Sanksinya Berat
Bontang

Bontang Siap Sekolah Tatap Muka Juli 2021

26 Februari 2021, 16:00
SMA Tidak Berlakukan Skema Sif
Bontang

SMA Tidak Berlakukan Skema Sif

18 Desember 2020, 13:00
Sampai saat ini sekolah di Bontang masih menerapkan pendidikan jarak jauh
Bontang

Anak Sakit Tidak Perlu Sertakan Surat Dokter, saat Pembelajaran Tatap Muka

12 Desember 2020, 15:00
Kutim Perlu Tenaga Pengajar di Pelosok
Bontang

Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Pertimbangkan Zona Padat Sekolah

11 Desember 2020, 14:05

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 30 Penginapan di Bontang Kuala, Baru 2 yang Bayar Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.