• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Sekolah Kurang Siswa, PGS: Seharusnya Dibina Bukan Ditakut-Takuti

by M Zulfikar Akbar
15 November 2019, 13:58
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Siswa SMP Tunas Inti mulai tahun ini dilebur ke SMP Monamas karena jumlahnya minim. (ADIEL KUNDHARA/KP)

Siswa SMP Tunas Inti mulai tahun ini dilebur ke SMP Monamas karena jumlahnya minim. (ADIEL KUNDHARA/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memberikan warning kepada empat sekolah menengah pertama (SMP) swasta. Langkah merger itu bakal diberikan jika dalam dua tahun ke depan tidak ada grafik signifikan jumlah murid di sekolah tersebut. Keempat sekolah itu ialah SMP Advent, SMP Bethlehem, SMP Perintis, dan SMP Imanuel.

Hal ini langsung mendapat kritikan dari Persatuan Guru Swasta (PGS) Bontang. Ketua PGS Baidlowi mengatakan seharusnya Disdikbud memberikan pembinaan bukan justru menakut-nakuti.

“Me-warning sekolah swasta tetapi faktor penyebabnya ialah kebijakan dari Disdikbud sendiri. Seharusnya sekolah itu dibina,” kata Baidlowi.

Lain halnya, bila telah dilakukan pembinaan tetapi memang hasilnya tetap demikian. Sekolah tersebut tentu akan menuju penutupan dengan sendirinya. Karena tidak mampu mengelola manajemen internal.

Menurut Baidlowi, penyebab jumlah siswa yang kurang di sekolah swasta karena dua faktor. Meliputi peningkatan jumlah rombel di sekolah negeri dan penerapan sistem zonasi. Ia menuturkan, peningkatan jumlah rombel ini dengan dalil mengakomodasi jam guru.

Baca Juga:  Disdikbud Nilai New Normal Sulit Diterapkan di Sekolah

“Ini karena supaya guru dapat sertifikasi. Syaratnya kan harus mengajar 24 jam,” ucapnya.

Sedangkan penerapan sistem zonasi itu berdampak positif bagi masyarakat tetapi berimbas buruk bagi eksistensi sekolah swasta. Sebab, siswa yang memperoleh nilai ujian rendah tetapi berdomisili dekat sekolah negeri akan ditampung. Akibatnya sekolah swasta harus menyisir siswa yang berdomisili jauh dari sekolah negeri.

“Saya berpendapat kebijakan yang dikeluarkan oleh Disdikbud ini kurang populer. Akan banyak sekolah swasta yang mati karena kebijakan ini,” tutur dia.

Berkenaan dengan kucuran bantuan, ia berpandangan masih banyak sekolah swasta dengan jumlah siswa yang minim tetapi masih mendapatkan. Baik itu berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) nasional maupun daerah.

Baca Juga:  Pemkot Bontang Siapkan Rp29 Miliar untuk Program Kartu Bontang Pintar Tahun Depan

“Di tingkat provinsi ada sekolah yang jumlah siswanya 10 tetapi masih memperoleh bantuan. Disdikbud me-warning ini kapasitasnya sebagai apa?” tanyanya.

Penerapan kebijakan selayaknya mengacu pada regulasi yang ada. Sebab jika tidak maka bakal ditentang oleh masyarakat. Langkah merger pun dinilai bakal menjadi masalah di kemudian hari. Pasalnya setiap yayasan tentunya memiliki aset. Termasuk aset yang bersumber dari Pemerintah.

“Jangan sampai bermasalah antara yayasan dengan pemerintah,” terang Baidlowi.

Diberitakan sebelumnya, empat sekolah tersebut memiliki jumlah siswa kurang dari 60. Ketentuan mengenai jumlah siswa diatur dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan nomor surat 0993/D/PR/2019.

Baca Juga:  Saparuddin Ditunjuk Jadi Plt Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Resmi Pensiun

Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang Saparudin mengatakan, langkah tersebut sebagai bentuk warning. Agar pihak sekolah melakukan evaluasi promosi untuk mendapatkan jumlah siswa lebih banyak.

“Terhitung dari tahun ini. Kami akan pantau hingga tiga tahun mendatang. Kalau tidak sampai 60 siswa maka merger menjadi sebuah opsi. Mau tidak mau,” kata Saparudin.

Menurutnya, sebagian besar dari empat sekolah ini berdiri berbasis agama. Meskipun demikian, tidak ada pengecualian supaya terhadap sekolah tersebut. Akan tetapi, sifat dari merger ini tidak mutlak. Bergantung dengan kondisi finansial yayasan.

“Ini kan imbasnya jika berlarut-larut ialah tidak diberikannya dana BOS. Tetapi kalau yayasan kuat tanpa BOS ya sah-sah saja,” pungkasnya. (*/ak/prokal)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: disdikbud bontangpgs bontangSekolah Swastasmp swasta
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Soal Aliran Sesat, Kemenag Akui Pernah Terjadi di Bontang

Next Post

Visa Belum Dicabut Travel, Jemaah Khawatir Tidak Bisa Umrah Selamanya

Related Posts

Pemkot Bontang Uji Coba SPP Gratis di 4 Sekolah Swasta
Bontang

Pemkot Bontang Uji Coba SPP Gratis di 4 Sekolah Swasta

4 April 2026, 09:00
Antusias Sambut MBG, SMA 1 Bontang Minta Pedagang Kantin Tetap Dilibatkan
Society

Antusias Sambut MBG, SMA 1 Bontang Minta Pedagang Kantin Tetap Dilibatkan

9 Desember 2025, 11:27
SMPN 9 Bontang Mantapkan Budaya Peduli Lingkungan, Raih Adiwiyata Tingkat Provinsi
Society

SMPN 9 Bontang Mantapkan Budaya Peduli Lingkungan, Raih Adiwiyata Tingkat Provinsi

7 Desember 2025, 19:22
Konsisten Jaga Lingkungan, SDN 016 Tihi-Tihi Naik Peringkat Raih Adiwiyata Provinsi
Society

Konsisten Jaga Lingkungan, SDN 016 Tihi-Tihi Naik Peringkat Raih Adiwiyata Provinsi

7 Desember 2025, 17:41
SDN Bontang Utara 008 Raih Juara II Turnamen Tut Wuri Handayani 2025
Society

SDN Bontang Utara 008 Raih Juara II Turnamen Tut Wuri Handayani 2025

7 Desember 2025, 14:00
Wawali Bontang Tinjau Langsung Trotoar MT Haryono, Siswa dan Orang Tua Apresiasi
Society

Wawali Bontang Tinjau Langsung Trotoar MT Haryono, Siswa dan Orang Tua Apresiasi

5 Desember 2025, 08:00

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.