BONTANGPOST.ID, Bontang – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang akan diterapkan pemerintah membuat siswa SMA Negeri 1 Bontang penuh antusias. Namun di sisi lain, pihak sekolah mulai waswas karena khawatir program tersebut berdampak pada keberlangsungan pedagang kantin.
Kepala SMA Negeri 1 Bontang Sumariyah, mengatakan program MBG sangat ditunggu oleh para siswa. Meski begitu, pemberian makanan gratis berpotensi menurunkan pendapatan penjual kantin yang selama ini menjadi penyedia makanan di lingkungan sekolah.
“Kalau ada MBG, pedagang kantin pastinya berdampak. Anak-anak sudah dapat makan, jadi tidak belanja lagi,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Saat ini terdapat enam pedagang makanan berat yang berjualan di kantin SMA 1. Mereka membayar retribusi bulanan sebesar Rp500 ribu, yang dibagi masing-masing Rp250 ribu untuk Pemprov Kaltim dan Rp250 ribu untuk sekolah sebagai biaya air dan listrik.
Sumariyah mengaku cemas karena para pedagang telah lama menggantungkan pendapatan dari berjualan di sekolah. Salah satu pedagang bahkan mengeluhkan bahwa mereka mungkin tidak sanggup membayar lapak jika penjualan menurun akibat MBG.
Ia berharap pelaksana program, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dapat melibatkan pedagang kantin dalam distribusi menu MBG. Dengan cara itu, program tetap berjalan tanpa mematikan usaha para pedagang.
“Misalnya ada enam penjual, bisa saja satu orang menangani 100 atau 150 siswa. Jadi berdayakan pedagang yang sudah ada,” pungkasnya. (*)







