BONTANGPOST.ID, Bontang – Kinerja keuangan PT Bontang Migas dan Energi (Perseroda) menunjukkan perbaikan sepanjang tahun buku 2024. Badan usaha milik daerah (BUMD) Kota Bontang ini membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp563.539.095, berbalik dari kerugian Rp224.965.719 pada 2023.
Berdasarkan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024, pendapatan operasional tercatat Rp19.703.129.808. Beban pokok penjualan mencapai Rp15.525.220.104, sehingga menghasilkan laba bruto Rp4.177.909.704.
Total beban operasional dan administrasi sebesar Rp3.882.727.440, membuat laba usaha tercatat Rp295.182.264. Tambahan pendapatan lain-lain bersih Rp414.570.776 mendorong laba sebelum pajak menjadi Rp709.753.040.
Setelah dikurangi pajak kini Rp106.213.504 serta pajak tangguhan Rp40.000.441, laba bersih tahun berjalan ditutup Rp563.539.095. Ditambah pendapatan komprehensif lain Rp42.332.284, total laba komprehensif mencapai Rp605.871.379.
Perbaikan ini turut mengerek posisi ekuitas. Per 31 Desember 2024, ekuitas tercatat Rp6.926.654.661, naik dari Rp6.320.783.283 pada akhir 2023. Modal saham tetap Rp3.030.235.000, sementara saldo laba meningkat menjadi Rp3.418.353.324.
Perwakilan Kantor Akuntan Publik Sudiyono selaku auditor independen menilai capaian tersebut menunjukkan perbaikan fundamental dalam pengelolaan keuangan perusahaan, terutama dari sisi efisiensi beban dan penguatan pendapatan lain-lain.
Meski pendapatan operasional 2024 lebih rendah dibanding 2023 yang mencapai Rp46,23 miliar, struktur biaya yang lebih terkendali dinilai menjadi faktor utama perusahaan mampu membalikkan rugi menjadi laba. (ak)









