BONTANG – Pembangunan megaproyek Gross Root Refinery (GRR) Bontang memasuki tahap baru. Pertamina bersama konsorsium dari Oman rencananya mengunjungi Bontang untuk menentukan titik lokasi pembangunan.
Hal ini diungkapkan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat pertemuan dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Rabu (28/8/2019). Yang dihadiri Gubernur Lemhanas Letnan Jendral TNI (Purn) Agus Widjojo, Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti, Dandim 0908/Bontang, Letkol Arm Eko Pristiono, serta beberapa kepala OPD Bontang.
“Insya Allah September ini dari pihak Oman dan Pertamina akan langsung tinjau lapangan,” ungkapnya.
Dijelaskan, pembangunan kilang minyak ini dilaksanakan di dua wilayah yaitu Bontang dan Tuban. “Jadi waktu saya masih di Komisi VII DPR RI, memang kilang kita tinggal 4, kalau saya tidak salah,” ucapnya.
Selain itu, kata Neni, di wilayah yang dipimpinnya ini juga akan dibangun pabrik crude palm oil (CPO) yang merupakan pengolah minyak kelapa sawit yang diperoleh dari ekstrak buah sawit. Sehingga dapat menjadikan pabrik industri hilir di Kaltim. “Alhamdulilah Kota Bontang, sebagai kota yang mengawali industri hilir di Kalimantan Timur,” klaimnya.
Dia berharap proyek tersebut dapat benar terwujud, sehingga Bontang dapat menjadi kota yang memiliki industri hulu dan hilir. Serta pariwisata yang perlahan lahan telah mulai disipkan pemerintah, untuk dapat menghadapi perekonomian pascamigas. “Mudah mudahan betul-betul bisa dibangun,” harapnya. (Zaenul)






