• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Setelah Dikagumi karena Berkembang Meroket

by BontangPost
1 November 2018, 06:00
in Dahlan Iskan
Reading Time: 2 mins read
0
Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

Saya ikut penasaran: apa penyebab jatuhnya pesawat Lion itu. Kok terhempas begitu saja ke laut. Di utara Karawang, Senin lalu itu.

Tapi biarlah para ahli yang menganalisa. Kita sulit menyalahkan pesawat: pesawatnya baru.

Sulit menyalahkan pengamanan bandara: tidak ada indikasi teroris. Sulit menyalahkan petugas darat: tidak ada indikasi kelebihan beban. Kelebihan jumlah penumpang. Atau kelebihan  bagasi.

Sulit menyalahkan pilot: tidak ada indikasi narkoba. Atau kurang istirahat. Atau bunuh diri karena putus asa.

Mungkin ini sebuah sunatullah manajemen: ketika sebuah perusahaan berkembang begitu pesatnya. Tumbuh begitu meroketnya.

Semua pengusaha kagum pada Lion. Yang baru dapat izin operasi pada 2000. Dalam 18 tahun begitu  hebatnya: mengalahkan semua perusahaan penerbangan Indonesia. Pun mengalahkan Garuda yang milik negara.

Bahkan sudah mengembangkan diri ke luar negeri: Malaysia, Thailand, dan India. Kabarnya sedang siap-siap bikin Lion di Nigeria.

Baca Juga:  Raja Wei

Sudah pula mengembangkan rute internasional.

Yang juga fenomenal adalah: pertambahan armada pesawatnya. Begitu fantastisnya: membeli pesawat seperti membeli sepeda motor.

Tahun 2011 membeli 275 Boeing 737. Hanya dalam satu kontrak. Sampai disaksikan Presiden Amerika, Barack Obama.

Membeli Airbus 320 pun dalam jumlah ratusan. Demikian juga saat membeli pesawat berbaling-baling ATR 70. Jumlahnya serba fantastis. Lionlah pembeli terbesar kedua Boeing. Perusahaan Indonesia ini.

Seperti tidak mikir uang. Padahal pendapatannya rupiah. Harus bayar dalam dolar. Saya sulit membayangkan betapa besar kenaikan pembayaran Lion: saat rupiah terus melemah begini.

Dari segi pengembangan bisnis selalu saja mengagumkan. Padahal, saat Lion memulai, Anda mungkin sudah lupa: hanya menggunakan lima pesawat sewaan dari Russia: Yakovlev Yak 42D. Saya belum sempat merasakan naik pesawat jenis itu. Lion sudah langsung tancap gas: masuk era Boeing 737.

Baca Juga:  Kuda Messi Keledai Emosi

Bagaimana di sisi pengembangan manajemennya? Bisakah mengimbanginya? Pengembangan manajemen sepenuhnya ‘masalah pengembangan manusia’.

Manusia sering sulit dibentuk secepat membentuk boneka. Misalnya, bagaimana cara cepat mengatasi kekurangan pilotnya. Bagaimana dengan kilat menyiapkan tim pemeliharaannya. Bagaimana percepatan sistem pendidikan dan latihannya. Apalagi pesawat yang dibeli selalu baru. Termasuk baru bidang teknologinya. Dan bagaimana mengontrol ketepatan jadwalnya.

Semua bermuara di manusia. Di problem manajemen itu.

Kalau saja Lion perusahaan rokok mungkin tidak terlalu besar risikonya. Tapi Lion itu perusahaan penerbangan: keselamatan penumpang jadi taruhannya.

Itulah sebabnya di sebuah perusahaan penerbangan susunan direksinya berbeda. Harus ada direktur bidang keselamatan. Memang hak sepenuhnya pemegang saham untuk menunjuk seorang direktur. Tapi di perusahaan penerbangan direktur keselamatan harus disetujui pemerintah. Dalam hal ini Dirjen Perhubungan Udara. Pemegang saham tidak boleh mengangkat sembarang orang. Harus yang memenuhi begitu banyak kriteria. Yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:  Hijab Pertama

Pemerintah harus menolak calon direksi yang tidak memenuhi syarat. Izin penerbangan tidak bisa diberikan kalau direktur keselamatannya tidak memenuhi syarat.

Perusahaan penerbangan sama dengan bank. Yang harus punya direktur bidang risiko. Yang komisarisnya harus sepersetujuan OJK.

Semua perusahaan boleh berkembang pesat. Tapi untuk penerbangan, perkembangan  tidak sebebas perusahaan lain.

Saya sepenuhnya setuju dengan pendapat ini: pelatihan terus menerus diperlukan untuk teknologi cockpit yang juga terus berubah.

Lion ditakdirkan serba fenomenal: pertumbuhan bisnisnya, keparahan keterlambatan jadwalnya, dan kini jumlah kecelakaannya. (Dahlan Iskan)

Tags: dahlan iskan
Share15TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Terparah Sejak 33 Tahun

Next Post

Kecamatan Bontang Selatan Sosialisasikan Penyelenggaraan Poskamling 

Related Posts

Menang Nirkuasa
Dahlan Iskan

Menang Nirkuasa

10 Mei 2019, 06:17
Bagaimana Menjaring Orang Mampu
Dahlan Iskan

Dokter Cerai

9 Mei 2019, 06:00
Kursi Roda
Dahlan Iskan

Kursi Roda

7 Mei 2019, 06:43
37 Derajat
Dahlan Iskan

37 Derajat

6 Mei 2019, 05:57
Orang Suci
Dahlan Iskan

Orang Suci

5 Mei 2019, 12:01
Jantung Bocor
Dahlan Iskan

Jantung Bocor

4 Mei 2019, 13:05

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.