• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

SKK Migas Pertanyakan Kebutuhan Energi IKN

by Redaksi Bontang Post
10 Juli 2023, 08:52
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Penggunaan energi terbarukan di Ibu Kota Nusantara (IKN) lebih dulu menyesuaikan dengan teknologi yang tersedia. Sehingga pada tahap awal, Otorita IKN akan menggabungkan beberapa sumber energi. Seperti green energy dengan sumber energi gas yang tersedia saat ini. Salah satu upaya untuk menggabungkan sumber energi itu adalah membangun fasilitas berbasis panel surya.

Sekretaris Otorita IKN Achmad Jaka Santos Adiwijaya menjelaskan, penggunaan sumber energi fosil saat ini lebih diutamakan adalah gas. Ketimbang yang berasal dari batu bara. Pada tahap awal, pengoperasiannya masih didukung penuh PLN. Sambil nanti, Otorita IKN membangun perusahaan baru yang memiliki wilayah usaha di IKN.

“Baru nanti tahapan berikutnya, Badan Usaha Otorita ini, yang akan menjadi perusahaan energi yang menyuplai. Tapi pastinya akan bekerja sama dengan PLN dan investor yang berminat untuk membiayai. Bisa saja dari perusahaan energi yang berada di wilayah kerjanya SKK Migas,” katanya kepada Kaltim Post di Balikpapan, kemarin.

Otorita IKN tentunya akan mengundang calon investor untuk berinvestasi energi di wilayah IKN. Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terjadi elaborasi. Diakuinya, kebutuhan energi di IKN akan terus bertumbuh maka masih dinamis. Tetapi paling tidak sampai 2027, bisa dipenuhi dari sumber energi gabungan. Yaitu, tenaga surya dan gas.

Baca Juga:  Regulasi IKN, Optimistis Menguntungkan Rakyat Kaltim

 “Tetapi mungkin lewat tahun 2027, ketika di Kaltara ada PLTA, bisa men-support. Sehingga target nasional itu, bisa didahului oleh IKN. Untuk mencapai zero carbon. Kota zero carbon. Dan tahun 2045 sudah diharapkan zero carbon di IKN,” ucap Jaka. Selanjutnya, IKN mengalami transisi energi lebih dahulu dibandingkan daerah lain secara nasional. Sebagai paru-paru dunia, dia menyebut komitmen pembangunan IKN di Kalimantan harus bisa meyakinkan publik internasional, bahwa pembangunan IKN tidak merusak lingkungan.

“Justru mengembalikan kejayaan lingkungan hidup di mana yang kita gunakan lebih dari hutan industri. Sisanya kita harus tanam kembali, kita melakukan reforestasi. Dan ketika membangun IKN ini, semua emisi karbon dari proses pembangunan harus dihitung. Supaya kita bisa mengonversi jumlah pohon yang kita tanam,” katanya.

Baca Juga:  500 Pegawai Kejagung Pindah ke IKN Tahun Depan, Tahap Awal Butuh Rp800 Miliar

Sementara itu, Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Kalimantan Sulawesi (Kalsul) Azhari Idris menerangkan, IKN tentunya memerlukan energi.

“Karena itu. Kami sifatnya menunggu konfirmasi. Apakah IKN itu akan membutuhkan gas. Volumenya berapa? Dan kapan? Kita belum tahu informasi ini, namun demikian SKK migas “menawarkan diri” menyampaikan bahwa ada industri migas di depan pintu IKN. Ada gas di Kaltim, tidak perlu bawa jauh-jauh. Ada gas juga di Kalteng, kita juga bisa pasang pipa gas alirkan ke Kaltim. Tapi Anda butuh itu tidak? Kalau butuh berapa? Kemudian kapan mulainya?,” katanya.

Apabila berjalan dengan baik, lanjut Azhari, secara pelan-pelan penggunaan energi diisi oleh energi terbarukan mungkin produksi gas akan dikurangi secara perlahan. Dia menerangkan, penting bagi pihaknya untuk tahu perencanaan kebutuhan energi di IKN. Supaya bisa mendukung kepentingan pembangunan IKN dengan baik.

Baca Juga:  Bus Rombongan SMA di Samarinda Kecelakaan di IKN, Bagian Depan Hancur Parah

 “Karena gas atau minyak bumi itu, sifatnya hari ini diminta, besok atau bulan depan ada. Semua cadangan gas yang diproduksi di Kaltim ini, semua sudah ada market-nya. Sudah ada pasar dan owner-nya. Dan kita tidak mungkin serta-merta memutuskan kontrak mereka, dikasih tempat lain,” terang dia.

Makanya, SKK Migas berharap kalau ada yang membutuhkan sumber energi gas untuk memberikan informasi lebih awal. Untuk mengantisipasi jika cadangan saat ini tidak cukup, bisa meminta ke KKKS, untuk mencari sumber gas lain. Karena ada kebutuhan, seperti di IKN. “Kita perlu tahu kebutuhannya, karena masa eksplorasi itu bisa sampai 10 tahun. Enggak bisa kalau tiba-tiba diperlukan dan minta. Ketika tidak ada, maka SKK Migas tidak bisa disalahkan juga. Karena prosesnya panjang. Makanya kalau kita tahu lebih awal, pembeli ada sekarang mungkin akan berakhir dan tidak membeli lagi, kita bisa alokasikan ke tempat lain. Jadi planning yang baik itu sangat penting,” tutupnya. (riz/k8)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: ikn
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Septic Tank Meledak, Korban yang Merokok Saat BAB Alami Luka Bakar 40 Persen

Next Post

Perbaikan Jalan Piere Tendean Bontang Kuala Dikucur Rp 40 Miliar

Related Posts

IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta
Kaltim

IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung saat Lebaran, UMKM Raup Omzet Belasan Juta

30 Maret 2026, 09:00
Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim
Kaltim

Lebaran 2026: IKN, hingga Labuan Cermin Jadi Magnet Wisata di Kaltim

25 Maret 2026, 12:00
Tol IKN Tak Hanya untuk Kendaraan: Jalur ‘Wildlife Crossing’ Dibangun Demi Beruang Madu dan Bekantan
Kaltim

Tol IKN Tak Hanya untuk Kendaraan: Jalur ‘Wildlife Crossing’ Dibangun Demi Beruang Madu dan Bekantan

18 Maret 2026, 10:00
Prabowo Kunjungi Kaltim Hari Ini, Ini Rangkaian Agendanya
Kaltim

Prabowo Kunjungi Kaltim Hari Ini, Ini Rangkaian Agendanya

12 Januari 2026, 15:18
Gakkum ESDM Bongkar Aktivitas Tambang Ilegal di Sekitar IKN, Volume Batu Bara Capai 6.000 Ton
Kaltim

Gakkum ESDM Bongkar Aktivitas Tambang Ilegal di Sekitar IKN, Volume Batu Bara Capai 6.000 Ton

14 November 2025, 14:00
Tambang Ilegal 4.000 Hektare Ditemukan di IKN, Negara Rugi Rp 5,7 Triliun
Kaltim

Tambang Ilegal 4.000 Hektare Ditemukan di IKN, Negara Rugi Rp 5,7 Triliun

20 Oktober 2025, 16:30

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sektor Tambang Tertekan, PHK di Kaltim Berpotensi Tembus 1.500 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.