• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

SMP Negeri 1 Kekurangan Ruang Kelas, Aula Jadi Tempat Belajar

by Redaksi Bontang Post
11 November 2022, 10:45
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Rencana penambahan kelas tahun depan menggunakan DAK belum bisa terealisasi (Adiel/KP)

Rencana penambahan kelas tahun depan menggunakan DAK belum bisa terealisasi (Adiel/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Keterbatasan ketersediaan jumlah ruang kelas dialami oleh SMP 1 Bontang. Akibatnya beberapa ruangan disulap menjadi tempat kegiatan belajar-mengajar (KBM). Kepala SMP 1 Riyanto mengatakan saat ini jumlah ruang kelas hanya 19 unit. Sementara total rombongan belajar yakni 24.

“Sesungguhnya kurangnya ruang kelas itu enam. Karena aula pun disekat menjadi dua kelas,” kata Riyanto.

Selain itu KBM juga memakai laboratorium IPA, ruang multimedia, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa. Sehingga skemanya jika ada kelas yang menggunakan laboratorium tersebut maka harus ditukar lokasi KBM-nya.

“Jadi gantian kalau ada yang pakai. Masalahnya aula itu tidak layak untuk dijadikan tembat belajar. Karena siswa harus duduk melantai,” ucapnya.

Pihak sekolah pun telah berupaya meminta untuk pengadaan meja dan kursi. Namun hingga kini belum terealisasi. Mengenai pelajar yang memakai beberapa ruangan tersebut sifatnya dijadwal bergilir. Sebulan sekali perputaran itu dilakukan.

“Semua merasakan karena ini sifatnya diputar. Laboratorium IPA dipakai kelas 8 dan ruang multimedia kelas 9,” tutur dia.

Baca Juga:  Penambahan Rombel "Dadakan" Dikhawatirkan Jadi Contoh Sekolah Lain

Kekurangan RKB terjadi pada tahun ajaran baru ini. Penyebab kekurangan ini ialah sekolah menambah jumlah rombongan belajar. Dari awalnya 18 rombel dulunya menjadi kini 24. Awalnya sekolah yang berlokasi di Kelurahan Bontang Kuala menyandang status sekolah rujukan. Akhirnya diprogramkan setiap tahun menambah 2 rombel.

“Sejak 2018 itu terus bertambah dua rombel tiap tahunnya. Sekarang tiap angkatan sudah delapan rombel. Jadi pas tahun ajaran baru ini sudah 24 rombel,” terangnya.

Pihak sekolah sudah menyusun rencana anggaran dan biaya. Jumlah kebutuhan anggaran untuk penambahan RKB ini mencapai Rp 8 miliar. Termasuk dengan pembangunan toilet, ruang UKS, dan ruang perpustakaan. Penambahan RKB yang diajukan sesungguhnya 9 ruangan.

“Ruang lain bisa digunakan untuk yang lain. Seperti ruang OSIS, PMR, dan yang lainnya,” sebut dia.

Riyanto sejatinya berharap bantuan ini bisa terakomodasi melalui dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun depan. Oleh sebab itu, penyusunan RAB pun dikebut kala itu. Ia pun menyadari bahwa dari sumber APBD Bontang potensinya kecil. Sebab seperti SMP 2 juga membutuhkan penambahan RAB.

Baca Juga:  Disdik Sebut Tak Ada Klaster Sekolah, SMPN 1 Kembali PTM Pekan Depan

“Harapannya sih dari APBN, kalau dari anggaran daerah kayaknya masih banyak sekolah lain yang membutuhkan mendesak,” urainya.

Diketahui pengajuan melalui DAK tahun depan dinyatakan tidak terakomodasi. Berdasarkan hasil monitoring dari Kemendikbud terkendala status lahan kosong. Menanggapi itu, Riyanto tidak bisa berkomentar banyak. Karena di daerah hanya bisa mengajukan sementara penetapan menjadi wewenang pemerintah pusat.

Sebelumnya, Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Saparudin mengatakan tahun depan Bontang memperoleh DAK Fisik untuk sektor pendidikan SMP senilai  Rp 6,2 miliar. nominal ini meroket dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pasalnya Bontang hanya menerima Rp 1,4 miliar tahun ini. Pada 2021 angkanya hanya Rp 1,7 miliar.

“Jumlah ini paling tinggi dibandingkan sebelumnya,” kata Saparudin.

Rencananya Disdikbud akan mengikuti rapat dengan Kemendikbud. Terkait kegiatan mana saja yang diakomodasi oleh pemerintah pusat. Pun demikian dengan skema pengerjaan lelang atau swakelola. Ia mengaku sebelumnya ada pengajuan Disdikbud beberapa kegiatan. Namun Saparudin mengaku tidak hafal sekolah mana saja yang disodorkan untuk menerima bantuan. Termasuk dengan kebutuhan nilai anggarannya.

Baca Juga:  Langgar Juknis PPDB, PGS Minta Tambahan Rombel di SMP 1 Bontang Dibatalkan

“Saya tidak mengikuti pengajuan itu,” ucapnya.

Dari bantuan itu salah satunya menyasar SMP 2. Sekolah ini akan mendapatkan perbaikan sarana toilet dan ruang inklusi. Saparudin menerangkan dari nominal itu untuk beberapa sekolah. Baik negeri maupun swasta. Rencananya untuk pembangunan ruang kegiatan belajar di sekolah itu diajukan di APBD Bontang 2023.

Sejatinya jika usulan dari SMP 1 disetujui maka bisa memperoleh bantuan sampai Rp 10 miliar. Karena tidak ada lahan kosong untuk penambahan ruang kelas belajar. Akhirnya usulan ini dipending. Nantinya Disdikbud akan mengajukan lagi untuk 2024. Diketahui untuk jenjang SD memperoleh bantuan Rp 1,1 miliar dan PAUD Rp 545 juta untuk tahun depan. (ak)

Tags: SMP 1
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kasus Gagal Ginjal Akut, Polri Segera Periksa Pejabat BPOM

Next Post

Pemerintah Belum Terbitkan Izin untuk Kembali Gulirkan Liga 1

Related Posts

Kontraktor Diduga Putus Kontrak, Padahal Proyek SMP 1 Bontang Sisa 7 Hari Lagi
Bontang

Soal Pembangunan Ruang Kelas SMP Negeri 1, Kontraktor Sempat Ajukan Perpanjangan Waktu

6 Desember 2023, 11:00
Kontraktor Diduga Putus Kontrak, Padahal Proyek SMP 1 Bontang Sisa 7 Hari Lagi
Bontang

Kontraktor Diduga Putus Kontrak, Padahal Proyek SMP 1 Bontang Sisa 7 Hari Lagi

4 Desember 2023, 15:00
Penambahan Rombel “Dadakan” Dikhawatirkan Jadi Contoh Sekolah Lain
Bontang

Penambahan Rombel “Dadakan” Dikhawatirkan Jadi Contoh Sekolah Lain

14 Juli 2023, 11:01
Langgar Juknis PPDB, PGS Minta Tambahan Rombel di SMP 1 Bontang Dibatalkan
Bontang

Langgar Juknis PPDB, PGS Minta Tambahan Rombel di SMP 1 Bontang Dibatalkan

13 Juli 2023, 12:00
Disdik Sebut Tak Ada Klaster Sekolah, SMPN 1 Kembali PTM Pekan Depan
Bontang

Disdik Sebut Tak Ada Klaster Sekolah, SMPN 1 Kembali PTM Pekan Depan

19 Januari 2022, 13:59

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.