• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Penambahan Rombel “Dadakan” Dikhawatirkan Jadi Contoh Sekolah Lain

by Redaksi Bontang Post
14 Juli 2023, 11:01
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Penambahan rombel di SMP 1 menuai polemik, khususnya bagi keberadaan sekolah swasta

Penambahan rombel di SMP 1 menuai polemik, khususnya bagi keberadaan sekolah swasta

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kejadian penambahan rombongan belajar (rombel) dadakan di SMP 1 mendapat perhatian serius. Ketua Persatuan Guru Swasta (PGS) Baidlowi meminta hal ini tidak terjadi lagi di pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun berikutnya.

“Jangan sampai diulangi lagi,” kata Baidlowi.

Menurutnya dengan kejadian ini bisa jadi sekolah negeri lain mengambil contoh. Melakukan penambahan rombel ketika animo pendaftar tinggi. Sehingga pendaftar yang hanya memilih satu pilihan sekolah diakomodasi. Menurutnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) harus bersikap tegas.

“Aturan yang sudah ada jangan sampai dilanggar,” ucapnya.

Jika dipandang penambahan rombel itu mendesak harusnya sudah diatur jauh hari sebelumnya. Jangan sampai saat proses PPDB, baru keluar kebijakan tersebut. Ia meminta dengan kejadian ini PGS duduk bersama dengan Komisi I DPRD dan Disdikbud.

Baca Juga:  Soal Penambahan Rombel Siswa "Titipan", Diduga Direncanakan Sejak Awal

“Jangan sampai sekolah swasta tidak dapat siswa,” tutur dia.

Mengingat guru yang mengajar di sekolah swasta rata-rata 15 sampai 20 orang di tiap satuan pendidikan. Jika sekolah tutup karena tidak mendapatkan siswa otomatis kehilangan pekerjaan. Baidlowi menilai dua pihak harus bertanggung jawab dengan kejadian ini. Baik itu pihak sekolah maupun Disdikbud.

Pihak sekolah berperan karena jika meski ada arahan dari Disdikbud untuk menambah rombel tetapi sekolah tetap berpegang teguh pada aturan. Maka penambahan rombel itu tidak terjadi. Sementara Disdikbud dipandang ialah pembuat kebijakan namun melanggar penentuan jumlah rombel tersebut.

Berdasarkan data PGS tercatat ada 1.765 guru dan tenaga kependidikan yang ada di sekolah swasta. Diketahui dua sekolah sebelumnya telah ditutup yakni SMP Tunas Inti dan Rigomasi di beberapa tahun lalu karena kekurangan siswa. Sebelumnya PGS juga meminta agar tambahan rombel di SMP 1 dibatalkan. Karena tidak tertera dalam petunjuk teknis. (ak)

Baca Juga:  SMP Negeri 1 Kekurangan Ruang Kelas, Aula Jadi Tempat Belajar
Tags: rombelSMP 1
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Diduga Tambang Ilegal di Jalan Poros Bontang Kembali Beroperasi

Next Post

Sempat Melonjak, Harga Cabai di Pasar Tradisional Bontang Berangsur Turun

Related Posts

Rombel SMA Negeri di Bontang Terancam Dibatalkan, DPRD Kaltim Soroti Nasib Guru Swasta
Bontang

Rombel SMA Negeri di Bontang Terancam Dibatalkan, DPRD Kaltim Soroti Nasib Guru Swasta

2 Mei 2026, 15:38
Rombel SMA Negeri Ditambah, Swasta Resah, MKKS Tegaskan Tak Berdampak
Bontang

Rombel SMA Negeri Ditambah, Swasta Resah, MKKS Tegaskan Tak Berdampak

1 Mei 2026, 10:00
Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan
Bontang

Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

30 April 2026, 19:20
Kontraktor Diduga Putus Kontrak, Padahal Proyek SMP 1 Bontang Sisa 7 Hari Lagi
Bontang

Soal Pembangunan Ruang Kelas SMP Negeri 1, Kontraktor Sempat Ajukan Perpanjangan Waktu

6 Desember 2023, 11:00
Kontraktor Diduga Putus Kontrak, Padahal Proyek SMP 1 Bontang Sisa 7 Hari Lagi
Bontang

Kontraktor Diduga Putus Kontrak, Padahal Proyek SMP 1 Bontang Sisa 7 Hari Lagi

4 Desember 2023, 15:00
Langgar Juknis PPDB, PGS Minta Tambahan Rombel di SMP 1 Bontang Dibatalkan
Bontang

Langgar Juknis PPDB, PGS Minta Tambahan Rombel di SMP 1 Bontang Dibatalkan

13 Juli 2023, 12:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.