• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Rombel SMA Negeri Ditambah, Swasta Resah, MKKS Tegaskan Tak Berdampak

by Redaksi Bontang Post
1 Mei 2026, 10:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Rencana penambahan rombel untuk tahun ajaran baru pendidikan nanti jenjang SMA mendapatkan penolakan dari sekolah swasta. (ADIEL KUNDHARA/KP)

Rencana penambahan rombel untuk tahun ajaran baru pendidikan nanti jenjang SMA mendapatkan penolakan dari sekolah swasta. (ADIEL KUNDHARA/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Rencana penambahan rombongan belajar (rombel) di SMA negeri di Kota Bontang menuai polemik. Asosiasi Sekolah Swasta (ASTA) Bontang menyatakan penolakan karena kebijakan tersebut dinilai berpotensi menggerus jumlah siswa di sekolah swasta.

Ketua ASTA Bontang, Andi Suharman, mengatakan penambahan rombel akan meningkatkan daya tampung sekolah negeri, sehingga dikhawatirkan semakin banyak siswa terserap ke sekolah negeri.

“Kalau rombel negeri ditambah, otomatis daya tampung meningkat. Siswa pasti lebih banyak terserap ke sana dibanding ke swasta,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi memicu efek domino. Sekolah negeri lain bisa mengikuti langkah serupa, yang pada akhirnya mempersempit peluang sekolah swasta mendapatkan peserta didik.

Andi juga menyoroti dampak terhadap tenaga pendidik di sekolah swasta. Ia menjelaskan, terdapat aturan bahwa sekolah dengan jumlah siswa di bawah 60 orang tidak akan mendapatkan insentif.

Baca Juga:  Penambahan Rombel "Dadakan" Dikhawatirkan Jadi Contoh Sekolah Lain

“Kalau siswa berkurang, sekolah tidak memenuhi syarat. Guru bisa kehilangan insentif, bahkan berpotensi terjadi pengurangan tenaga pengajar,” tegasnya.

Ia menyebut, dampak tersebut mulai dirasakan oleh sejumlah sekolah swasta di Bontang, seperti SMK Monamas, SMK Galilea, dan SMK Tunas Bangsa.

Selain itu, ASTA juga menyoroti ketimpangan insentif antara guru swasta dan negeri. Saat ini, guru SMA dan SMK swasta hanya menerima sekitar Rp1 juta dari pemerintah provinsi, sementara guru di bawah pemerintah daerah bisa menerima hingga Rp2 juta dari berbagai skema bantuan.

“Seolah kami tidak dilirik, padahal perjuangan kami sama,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Bontang yang juga Kepala SMAN 2 Bontang, Suyanik, menegaskan bahwa penambahan rombel bukan kebijakan baru dan tidak berdampak signifikan terhadap sekolah swasta.

Baca Juga:  Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

Menurutnya, jumlah rombel setiap tahun bersifat dinamis, menyesuaikan jumlah lulusan dan kebutuhan riil sekolah.

“Kalau yang lulus enam kelas, biasanya kami terima enam. Kalau tujuh, kami terima tujuh. Itu sudah pola tiap tahun,” jelasnya.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, SMAN 2 Bontang membuka tujuh rombel meskipun jumlah lulusan enam kelas. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan data dengan sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Saat ini, SMAN 2 memiliki 21 ruang kelas, setelah penambahan tiga ruang baru pada 2024 melalui APBD Kaltim. Sebelumnya, jumlah rombel hanya 20 sehingga terjadi ketidaksinkronan data.

“Supaya sinkron antara ruang kelas dan rombel, tahun ini kami buka tujuh kelas. Totalnya jadi 21 rombel sesuai fasilitas,” terangnya.

Baca Juga:  Kuota Rombel Sekolah Negeri Belum Dipastikan

Ia menambahkan, kondisi menerima tujuh rombel bukan hal baru dan sudah beberapa kali terjadi tanpa berdampak signifikan terhadap sekolah swasta.

“Secara logika tidak mempengaruhi, karena ini sudah sering terjadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut rencana jumlah rombel SMA negeri di Bontang telah dibahas bersama Dinas Pendidikan. Dalam draf awal, SMA Negeri 1, 2, dan 3 direncanakan masing-masing menerima tujuh rombel, meski masih menunggu petunjuk teknis resmi.

“Masih berproses di biro hukum. Kita tunggu keputusan finalnya,” ujarnya.

Suyanik berharap polemik ini tidak berkembang menjadi kesalahpahaman di masyarakat. Ia menegaskan kebijakan tersebut telah mempertimbangkan kebutuhan sekolah dan sistem yang berlaku. (ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: rombelrombel sekolah
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sektor Tambang Tertekan, PHK di Kaltim Berpotensi Tembus 1.500 Orang

Next Post

Bankeu 2027 Nihil, Wali Kota Bontang Khawatir APBD Tertekan

Related Posts

Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan
Bontang

Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

30 April 2026, 19:20
Penambahan Rombel “Dadakan” Dikhawatirkan Jadi Contoh Sekolah Lain
Bontang

Penambahan Rombel “Dadakan” Dikhawatirkan Jadi Contoh Sekolah Lain

14 Juli 2023, 11:01
Langgar Juknis PPDB, PGS Minta Tambahan Rombel di SMP 1 Bontang Dibatalkan
Bontang

Langgar Juknis PPDB, PGS Minta Tambahan Rombel di SMP 1 Bontang Dibatalkan

13 Juli 2023, 12:00
Sekolah Buka PPDB Tak Sesuai Ketentuan, Diduga Ada Titipan Pejabat
Bontang

Soal Penambahan Rombel Siswa “Titipan”, Diduga Direncanakan Sejak Awal

12 Juli 2023, 12:30
Kuota Rombel Sekolah Negeri Belum Dipastikan
Bontang

Kuota Rombel Sekolah Negeri Belum Dipastikan

19 Mei 2021, 19:00

Terpopuler

  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.