bontangpost.id – Wali Kota Bontang Basri Rase angkat bicara terkait seleksi uji kesesuaian (job fit) di lingkungan Pemkot Bontang. Dia mengatakan, dalam penempatan kepala dinas nantinya, ia akan mengacu pada hasil pertimbangan panitia seleksi (pansel) alih-alih keinginan sendiri.
“Saya ikuti pansel. Saya akan profesional,” kata Wali Kota Basri kala ditemui awak media usai mengikuti rapat paripurna di Sekretariat DPRD Bontang, Senin (27/9/2021) siang.
Dia menjelaskan, kendati punya kewenangan soal penempatan kepala dinas, Basri menyebut tak akan menggunakan itu berdasar keinginan sendiri. Melainkan dari penilaian yang terukur. Ini berdasarkan pendalaman pansel, seperti penilaian terhadap proposal yang dipersentasikan peserta job fit.
Ini dilakukan sebab Basri tidak mau asal pilih. Dia menginginkan organisasi perangkat daerah di Bontang ditempati sosok yang berkompeten, dan selaras dengan visi misi pemerintahannya.
“Tidak ada indikator yang saya patok sendiri. Saya ikuti pansel. Kalau saya tetapkan, itu namanya keinginan sendiri,” ujar Politukus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Disinggung soal 5 orang yang tertarik melamar menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Basri enggan membeber nama-nama tersebut. Sebab menurutnya itu tak selaras kode etik.
Sebelumnya, Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat (Baperjakat) Aji Erlynawati mengatakan, proses job fit telah rampung dan diikuti 16 pejabat eselon II. Tujuan dari agenda itu untuk mengukur sejauh mana keahlian dan kemampuan masing-masing para pejabat.
“Kami tinggal menunggu keputusan dari Wali Kota saja apakah nanti tetap berada di jabatan yang sama atau akan di rotasi ke jabatan yang baru,” kata Aji Erlynawati. (*)







