• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

SOP Rumah Sakit Dikritik, Wali Kota Minta Kedepankan Keselamatan Pasien

by BontangPost
19 Mei 2021, 08:11
in Kaltim
Reading Time: 4 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam kondisi darurat, warga yang meminta keringanan pembayaran atas pelayanan kesehatan yang diterima masih diperdebatkan. Aspek keselamatan menjadi remang-remang. Bahkan jaminan seorang wali kota pun tak mempan.

bontangpost.id – Di tengah suasana Lebaran yang penuh sukacita, Syafaruddin dilanda kepanikan pada Ahad (16/5). Sekitar pukul 10.00 Wita, putrinya yang tengah hamil mengalami pendarahan. Putrinya harus diselamatkan. Demikian juga cucunya. Setelah berdiskusi bersama keluarga besar, dia pun membawa buah hatinya ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aisyiyah di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kota Samarinda.

“Sampai di rumah sakit, anak kami diperiksa di ruang triase IGD. Dari penuturan dokter yang menangani, disarankan untuk rawat inap. Kami kemudian menanyakan kepada pihak pendaftaran soal prosedur administrasi,” ucapnya menceritakan peristiwa yang dialami kemarin (17/5).

Karena mendaftar lewat jalur mandiri, Syafaruddin pun ditawari sejumlah kelas yang tersedia. Setelah memilih, dirinya diminta melunasi pembayaran uang muka senilai Rp 3 juta.

Kepada petugas saat itu, dia mengaku hanya mengantongi Rp 1,5 juta. Oleh pihak rumah sakit, mantan anggota DPRD Kaltim ini diharuskan melunasi dahulu jika ingin pasien masuk ke ruang rawat inap.

“Saya pun menelepon Kabag Kesra Pemkot Samarinda Abdul Jami meminta keringanan agar RS (RSIA Aisyiyah Samarinda) bisa mendahulukan penanganan. Untuk pelunasan akan diurus selanjutnya. Pada sambungan telepon itu menyatakan tidak masalah. Namun, nyatanya anak kami dibiarkan di ruang triase,” katanya.

Lantaran belum mendapat pelayanan yang diinginkan, dirinya pun berkoordinasi dengan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Melalui pesan WhatsApp, Andi Harun yang tidak bisa langsung ke lokasi, menjamin akan melunasi pembayaran.

Baca Juga:  RSP-SKL Kekurangan Dokter

“WA (WhatsApp) pak wali kota (Andi Harun) saya tunjukkan ke pihak administrasi (RSIA Aisyiyah Samarinda), tetapi mereka belum mengizinkan anak kami masuk ruang perawatan. Bahkan saat Pak Andi (Andi Harun) minta nomor telepon direktur rumah sakit untuk berkoordinasi, juga tidak diberikan,” ucapnya.

Menunggu sekitar dua jam, dari pukul 11.00–13.00 Wita, istri wali kota Rinda Wahyuni pun menelepon Syafaruddin. Menyampaikan bahwa ajudan wali kota menuju ke RSIA Aisyiyah Samarinda membawa sejumlah uang yang diminta pihak administrasi. Setelah tiba dan menyelesaikan pembayaran, Syafaruddin mengaku anaknya baru bisa masuk ke ruang perawatan.

“Kami hanya menyesalkan bahwa kondisi kami sedang darurat. Berbagai upaya koordinasi kami lakukan, tetapi pihak RS (Aisyiyah Samarinda) tidak memberi keringanan. Bahkan menyampaikan kepada kami untuk bisa merujuk anak kami ke RS negeri. Padahal kondisi cukup parah, bergerak sedikit saja darah keluar,” keluhnya.

Syafaruddin melanjutkan, setelah menjalani perawatan sekitar tujuh jam, bayi dalam janin sang anak dinyatakan tidak bisa diselamatkan. Kabar duka itu diterima sekira pukul 20.00 Wita. Dia berharap tragedi ini tidak terulang lagi. Kemudian rumah sakit berlaku bijak ketika pasien yang datang dalam kondisi darurat. “Kami harap kejadian ini tidak terjadi ke orang lain. Cukup kami yang merasakan,” tutupnya.

Wali Kota Kritik SOP Rumah Sakit

Baca Juga:  Dikerjakan Awal Maret, Rampung Delapan Bulan

Andi Harun langsung mengernyit saat mendengar penjelasan Direktur RSIA Aisyiyah Samarinda dr Achlia Satijawati Dachlan ketika menyambangi rumah sakit tersebut. Ekspresi itu merupakan buntut dari laporan masyarakat yang diduga mendapatkan penundaan pelayanan akibat belum membayar uang jaminan sejumlah Rp 3 juta. Dari kasus itu, AH (sapaan Andi Harun) meminta Dinas Kesehatan (Diskes) mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) seluruh rumah sakit di Kota Tepian, baik negeri maupun swasta.

Dia menyesalkan SOP yang berlaku di RSIA Aisyiyah Samarinda. Di mana calon pasien harus melunasi uang muka, baru mendapatkan kamar perawatan. Padahal, seharusnya rumah sakit mengutamakan keselamatan jiwa pasien. Apalagi jalur koordinasi yang tidak jelas, saat dirinya meminta kontak telepon direktur RSIA melalui Syafaruddin, tetapi tidak diberikan.

“Kami tidak menyalahkan pihak administrasi, karena mereka hanya menjalankan tugas. Yang jadi masalah adalah SOP yang ada, apakah sudah mengedepankan keselamatan jiwa calon pasien atau tidak. Kerena jelas yang terjadi ini merugikan masyarakat terutama rakyat kecil,” ucapnya.

Belajar dari kejadian itu, pihaknya akan meminta Dinas Kesehatan mengevaluasi sistem pelayanan publik. Rumah sakit swasta maupun milik pemerintah. “Kami harapkan fungsi pelayanan publik, terutama terhadap masyarakat kecil semakin baik dan tidak berjarak. Tetapi kalau masih mucil akan disanksi. Namun, ini langkah terakhir yang bakal ditempuh,” katanya.

Kepala Diskes Samarinda dr Ismid Kusasih menambahkan, sudah meminta bidang yang terkait, yaitu Pelayanan Kesehatan agar mengumpulkan data terkait kasus ini. Dia menyatakan, bagi warga Samarinda yang belum punya kartu BPJS atau sejenisnya, boleh dilayani ketika memerlukan tindakan medis dan langsung di-cover BPJS. “Agar kasus ini bisa diminimalisasi, ” ucapnya.

Baca Juga:  Gara-Gara Ponsel Terjatuh, Layanan RSUD Bontang Tersendat

Terkait arahan wali kota untuk mengevaluasi SOP RS se-Samarinda, dr Ismid mengaku bakal menyiapkan langkah-langkah dalam satu-dua hari ini. “Kami tidak mengabaikan kasus-kasus seperti ini,” singkatnya.

Tanggapan RSIA Aisyiyah Samarinda

Sementara itu, dari penyampaian dr Achlia Satijawati Dachlan, pihaknya sudah melakukan prosedur sebagaimana yang biasa dilakukan. Dia menerangkan, ada dua jenis penanganan yang boleh dilakukan tindakan langsung atau melalui observasi. Saat itu, karena yang menerima pasien adalah dokter umum, maka kondisi pasien tersebut dikonsultasikan ke dokter spesialis kandungan yang berjaga saat itu.

Keputusannya, pasien harus dirawat inap untuk mendapatkan pemeriksaan USG lanjut yang berjadwal. Tujuannya, melihat apakah ini kasus abortus yang mengancam atau kehamilan di luar kandungan. “Makanya tidak benar kalau kami tidak merawat,” ucapnya.

Dia berharap semua pihak bisa memahami kasus ini. Pihaknya siap jika pemerintah melakukan evaluasi terhadap SOP yang dijalankan di rumah sakit yang dipimpinnya. Dia menambahkan, selama ini pihaknya selalu mengutamakan keselamatan jiwa pasien, bahkan tidak sedikit surat keringanan pembayaran yang disetujui, ketika memang pasien tidak mampu membayar.

“Boleh dicek, kami punya banyak permohonan keringanan biaya, bahkan pernah juga menggratiskan biaya persalinan ketika memang pasien tidak mampu. Insyaallah diganti oleh Allah SWT,” singkatnya. (dns/riz/k16)

Tags: Pelayanan Rumah SakitRSUDrumah sakit
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ketua Komisi III Klaim Air Bekas Tambang Sudah Diuji Lab

Next Post

Banjir Besar di Berau, Akses Warga Putus, Pemkab segara Panggil Perusahaan Tambang

Related Posts

Daftar Nama 11 Peserta yang Lolos Seleksi Perawat di RSUD Taman Husada Bontang
Bontang

Daftar Nama 11 Peserta yang Lolos Seleksi Perawat di RSUD Taman Husada Bontang

11 Juli 2025, 13:58
Mantan TKD RSUD Diduga Terlibat Politik Praktis, DPRD Bontang Tuntut Pembuktian
Bontang

Mantan TKD RSUD Diduga Terlibat Politik Praktis, DPRD Bontang Tuntut Pembuktian

11 Januari 2022, 19:00
Tak Didampingi Bidan, Bayi di Balikpapan Lahir di Dalam Mobil
Kaltim

Tak Didampingi Bidan, Bayi di Balikpapan Lahir di Dalam Mobil

25 Desember 2021, 13:20
Ruang Isolasi RSUD Penuh, Prioritaskan Pasien Gejala Berat
Bontang

Ruang Isolasi RSUD Penuh, Prioritaskan Pasien Gejala Berat

7 Oktober 2020, 12:00
Pembangunan RS Tipe D Ditolak Persi
Breaking News

Puluhan RS Belum Terakreditasi

5 Januari 2019, 20:00
Terkendala Toilet Khusus Disabilitas
Bontang

Terkendala Toilet Khusus Disabilitas

23 Desember 2018, 17:50

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.