• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Swasembada Pangan, DPRD: Ini Berat

by BontangPost
27 Februari 2018, 12:21
in Bontang, Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
DOK BONTANG POST (PASANG DI SAMBUNGAN)
KETAHANAN PANGAN: Suasana panen padi di Nyerakat Kiri oleh para petani bersama Pemkot Bontang dan Kodim 0908/BTG.

DOK BONTANG POST (PASANG DI SAMBUNGAN) KETAHANAN PANGAN: Suasana panen padi di Nyerakat Kiri oleh para petani bersama Pemkot Bontang dan Kodim 0908/BTG.

Share on FacebookShare on Twitter

DENGAN lahan yang minim, keinginan untuk swasembada pangan dari sawah di Bontang dirasa sulit terwujud. Hal ini diungkapkan Rustam HS, Ketua Komisi III DPRD Bontang yang membidangi pertanian. Kata dia, lahan aktif seluas 42 hektare dianggap masih sangat kecil bila bicara swasembada.

“Ini berat (swasembada, Red.). Seluas itu kalau swasembada padi belum ada apa-apanya,” kata Rustam saat ditemui Bontang Post di kediamannya, Ahad (25/2).

Meski kecil, namun politisi Partai Golkar itu mengklaim, gelontoran APBD yang mengarah pembinaan petani cukup besar. Sayangnya, Rustam tidak mengungkap kisaran anggarannya.

Kata dia, guna menunjang kebutuhan para petani khususnya di Bontang Lestari, infrastuktur seperti gudang dan tempat penjemuran padi telah disediakan pemerintah. Walaupun dananya bersumber dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Pembinaan dan bibit pertanian tidak ada masalah. Belum ada keluhan dari petani padi karena kebutuhan petani tercukupi,” ujarnya.

Namun begitu Rustam menyebut, permasalahan irigasi yang kerap menghantui petani belum sepenuhnya tuntas. Satu-satunya jalan yaitu dengan berharap pembangunan bendungan di Muara Badak oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dapat segera diselesaikan. Sehingga dapat membantu pengairan dan suplai air baku ke Bontang yang selama ini mengandalkan tadah hujan.

Kelesuan APBD Bontang saat ini, beber Rustam, menyebabkan pembangunan infrastruktur terkait irigasi belum dapat dilakukan. Nantinya, DPRD akan melakukan lobi kepada Pemkab Kukar perihal permintaan pengairan melalui bendungan Muara Badak tersebut.

“Jangankan untuk bendungan, pembuatan polder air untuk menahan banjir saja sulit dilakukan,” sebut Rustam. Sementara untuk sektor pertanian jenis hortikultura, dia menyatakan pengembangannya baru sebatas untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Bontang.

Dengan kondisi seperti itu, menurutnya akan sulit mengandalkan sektor pertanian untuk Bontang pasca migas. Wakil rakyat dari Bontang Utara ini lebih menitikberatkan pengembangan sektor pariwisata. Pasalnya di sektor ini, proses investasi hanya berlangsung satu kali. Selebihnya tinggal melakukan perbaikan saja.

Di samping itu, Rustam turut menyebut bila sektor maritim bisa menjadi sektor yang menjanjikan bila dikemas dengan baik. Apalagi secara geografis Bontang terdiri dari 70 persen wilayah perairan. “Misalnya bisa dikemas dengan usaha pengalengan ikan dengan cara membangun gudangnya terlebih dulu,” terangnya.

Sementara itu upaya mendukung ketahanan pangan di Kota Taman turut mendapat sokongan dari Kodim 0908/BTG. Dalam hal ini, Kodim bersama Pemkot Bontang selalu melakukan pembinaan kepada kelompok tani yang ada di Bontang.

Bentuk pembinaannya meliputi pendampingan, persiapan bibit dan lahan, pemberian penyuluhan kepada kelompok petani, pengawalan dalam pendistribusian pupuk, hingga membantu dengan tenaga secara langsung. Baik saat penanaman awal maupun ketika panen raya tiba. Nyerakat Kiri di Bontang Lestari dan Kelurahan Kanaan menjadi dua lokasi pembinaan upaya khusus (upsus) Kodim.

“Ini merupakan tindak lanjut instruksi presiden Joko Widodo kepada Panglima TNI. Yang diteruskan ke seluruh satuan jajaran di bawahnya. Tujuannya mendukung ketahanan swasembada pangan nasional,” ujar Dandim 0908/BTG Letkol Arh Gunawan Wibisono.

Gunawan berharap, dengan adanya dukungan dari Kodim 0908/BTG ini, kelompok-kelompok tani di Bontang bisa semakin mandiri. Imbasnya pada kesejahteraan hidup yang semakin meningkat.

Adanya bantuan dari Kodim rupanya dirasakan berdampak positif bagi kelompok tani. Tahir selaku ketua kelompok tani Sabar Menanti mengungkapkan, pembinaan dari Pemkot Bontang dan Kodim 0908/BTG membuat petani bisa lebih mengembangkan diri.

Dalam hal ini, pihaknya bisa lebih mengetahui cara bercocok tanam yang baik. “Harapan kami pembinaan dan pendampingan ini bisa terus berkelanjutan,” ungkap Tahir . (*/ak/bbg/luk)

 

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tahun Ini Kapal Tujuan Palu Diusulkan

Next Post

Tren Produksi Menurun, Butuh Regenerasi

Related Posts

Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026
Bontang

12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

2 November 2026, 09:15
Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Marangkayu, Polisi Sita Belasan Gram Barang Bukti
Kriminal

Pria di Muara Badak Diringkus Polisi, Tujuh Paket Sabu Ditemukan di Rumah

2 November 2026, 08:17
Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Kaltim Berduka, Meiliana Eks Pj Wali Kota Samarinda dan Pj Sekdaprov Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.